BMW Mulai Fokus ke Segmen Mobil Listrik

Beberapa waktu belakangan, semakin banyak perusahaan otomotif yang memutuskan untuk lebih fokus pada pengerjaan mobil elektrik yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Tren tersebut turut menjangkiti BMW Group.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 22 Januari 2018  |  20:03 WIB
BMW Mulai Fokus ke Segmen Mobil Listrik
Model memperagakan cara pengisian bahan bakar listrik ke mobil BMW I3 melalui Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) dalam acara LIKE (Learning, Inovation, Knowledge Exibition) PLN di Jakarta, Selasa (17/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Beberapa waktu belakangan, semakin banyak perusahaan otomotif yang memutuskan untuk lebih fokus pada pengerjaan mobil elektrik yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Tren tersebut turut menjangkiti BMW Group.

Sepanjang 2017, perusahaan yang berbasis di Munich, Jerman itu telah menyerahkan lebih dari 100.000 kendaraan listrik kepada konsumennya. Hal tersebut menjadi bukti keseriusan produsen mobil elite itu di segmen mobil listrik.

Chairman of the Board of Management BMW AG, Harald Krüger, menjelaskan pencapaian tersebut merupakan tonggak awal perusahaannya dalam perjalanan menuju ke mobilitas masa depan.

Untuk itu, lanjutnya, BMW menggelar instalasi khusus dengan mentransformasi markas besar mereka yang dikenal dengan gedung Four Cylinder di Munich menjadi susunan menyerupai rangkaian empat baterai raksasa.

“Kami memilih simbolisasi ini untuk melambangkan transformasi teknologi dalam industri kendaraan bermotor. Pencahayaan setinggi 99 meter ini merupakan pancaran kuat menuju era baru kendaraan listrik,” ujarnya dalam siaran pers.

Keberhasilan BMW dalam menjual 100.000 kendaraan listrik selama periode 2017 merupakan sebuah capaian penting dan awal baru dalam perjalanan perusahaan tersebut.

Harald menjelaskan sejak BMW i3 diperkenalkan pada 2013, perusahaannya telah mengantarkan lebih dari 200.000 kendaraan listrik pada konsumen di seluruh dunia. Pada 2025, BMW berencana menghadirkan 25 kendaraan listrik kepada para pelanggan setianya.

"Kesuksesan ini merupakan hasil dari strategi BMW Group sebagai pionir dalam menghadirkan kendaraan listrik. Ke depannya, e-mobility akan menjadi salah satu tolok ukur kesuksesan dari perusahaan kami,” tegasnya.

Sekadar catatan, mobilitas elektrik merupakan elemen penting dari stragegi BMW Group, yaitu Number One > Next, yang secara konsisten menguatkan posisinya sebagai pemimpin dalam hal produsen kendaraan premium dan layanan mobilitas individual.

Dalam 7 tahun ke depan, BMW akan melansir 25 model mobil listrik baru. Generasi kelima dari motor listrik dan teknologi baterai akan tersedia mulai 2021, dengan menggunakan perangkat elektrik modular terukur yang bisa disesuaikan dengan semua model dan jenis mesin kendaraan.

Adapun, untuk sub-brand kendaraan listrik BMW i yang didirikan sejak 2011, BMW Group telah mengamankan hak penanaman dari BMW i1 sampai i9, begitu juga dengan BMW iX1 sampai iX9.

Pada 2018 dan 2019, secara berturut-turut BMW Group akan menghadirkan i8 Roadster dan kendaraan listrik MINI. BMW X3 versi terakhir akan hadir pada 2020, dan BMW iNext akan diluncurkan pada 2021.

Harald mengungkapkan BMW iNext akan mengombinasikan teknologi elektrik dan otonom, serta interior yang penuh dengan layanan konektivitas inovatif yang baru pertama kalinya diperkenalkan untuk segmen kendaraan produksi massal.

“Sejak awal, kami mengadaptasi pendekatan holistik untuk mengembangkan kendaraan elektrik. Hal itu dimulai dari peluncuran proyek I, yang merupakan proyek perintis dari BMW pada 2007. Di tahun-tahun berikutnya, pengujian kendaraan listrik yang dilakukan proyek ini akan menjadi metode pengetesan EV terbesar dalam sejarah industri otomotif,” sebutnya.

Berdasarkan riset independen dari POLK/HIS, BMW Group telah mengungguli kompetitornya dalam hal registrasi kendaraan full electric dan plug in hybrid (PHEV) di Eropa dengan pangsa pasar mencapai 21%.

Hal itu berarti pangsa pasar kendaraan listrik BMW Group telah tiga kali lipat lebih besar dibandingkan pangsa pasar kendaraan tradisional. Saat ini, mobil listrik menguasai 2% dari total pendaftaran kendaraan baru semua produsen otomotif di Eropa. BMW sendiri telah mencatatkan 6%.

“Ini memperlihatkan potensi besar BMW Group dalam menghadapi pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Eropa. Posisi kami sama kuat di pasar global, karena kami menyumbangkan 10% dari pangsa pasar kendaraan listrik global,” ujar Harald.

Untuk diketahui, permintaan tertinggi kendaraan elektrik berasal dari Eropa Barat dan Amerika Utara. Sebanyak 7% dari seluruh penjualan kendaraan BMW di kedua pasar tersebut merupakan mobil listrik.

Di Skandinavia, BMW i3 adalah model kendaraan dengan penjualan tertinggi. Satu dari empat model kendaraan yang dijual BMW di wilayah tersebut merupakan mobil listrik. Di Jerman, pendaftaran kendaraan full electric dan plug in hybrid BMW melebihi 10.000 unit dalam 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik, BMW

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top