Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Truk Hyundai Xcient Segera Diproduksi di Indonesia

Hyundai Xcient, model kendaraan niaga heavy duty truck dari Korea Selatan, bakal diproduksi di Indonesia pada tahun ini.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 04 Januari 2018  |  23:09 WIB
Logo Hyundai - Reuters/Lee Jae-won
Logo Hyundai - Reuters/Lee Jae-won

Bisnis.com, JAKARTA - Hyundai Xcient, model kendaraan niaga heavy duty truck dari Korea Selatan, bakal diproduksi di Indonesia pada tahun ini.

Marketing Manager PT Hyundai Oto Komersial Indonesia (HOKI) Ari Tristianto Wibowo mengungkapkan truk model Xcient, dan model All New Mighty yang merupakan light duty truck, memiliki pasar yang sangat menjanjikan di Indonesia.

Oleh karena itu, model all new mighty akan diproduksi tahun depan setelah model Xcient diproduksi tahun ini.

“[Produksi] Xcient tahun ini, kalau Mighty awal tahun depan, namun jika memungkinkan bisa dipercepat,” kata Ari di Jakarta pada Kamis (4/1/2018).

Dia menjelaskan kendaraan niaga truk Xcient dan All New Mighty tersebut akan dirakit di pabrik di Indonesia.

Terkait dengan harga yang akan diberikan ke konsumen, dia belum dapat memberitahukannya. Akan tetapi, lanjutnya, harga kedua model kendaraan niaga truk tersebut akan bersaing.

“Harga belum, masih jauh menghitungnya. Tapi pasti akan bersaing secara value for money,” ujar Ari.

Model kendaraan niaga truk Xcient dan All New Mighty, lanjutnya, juga merupakan model yang akan diproduksi oleh pabrik perakitan yang akan dibangun bersama dengan Hyundai Motor Company (HMC).

Adapun terkait dengan pabrik perakitan yang akan dibangun tersebut, dia mengatakan hingga saat ini memiliki target kapasitas produksi hingga 2.000 unit per tahun. “Namun, tentu saja [target 2.000 unit per tahun] itu akan bertahap.”

Dia menambahkan target produksi hingga 2.000 unit per tahun akan tercapai ketika semua tahapan beres dan semua model masuk. Adapun mengenai waktunya, dia berharap target produksi tersebut dapat tercapai secepatnya.

Sementara mengenai nilai investasi yang diperlukan untuk membangun pabrik baru, dia menuturkan masih dalam tahap perhitungan.

Adapun persentase komposisi saham antara perusahaan dengan HMC, masih dalam pembahasan. Akan tetapi, ujarnya pemilik saham mayoritas dalam kerja sama pembangunan pabrik baru tersebut adalah HMC. “Nilai investasinya tetap belum tahu, tapi saham mayoritas adalah HMC.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top