Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

J.D. POWER: Kepuasan Konsumen LCGC Rendah

Konsumen kendaraan segmen low cost green car (LCGC) dinilai paling rentan untuk berpindah ke jenis kendaraan lain karena kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan oleh agen pemegang merek (APM).
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 06 November 2017  |  15:37 WIB
/Antara
/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Konsumen kendaraan segmen low cost green car (LCGC) dinilai paling rentan untuk berpindah ke jenis kendaraan lain karena kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan oleh agen pemegang merek (APM).

Dari hasil kajian yang dirilis oleh lembaga riset J.D. Power, ditemukan bahwa tingkat kepuasan konsumen mobil murah ramah lingkungan ini hanya berada pada 774 poin dari nilai skala 1.000 poin. Angka tersebut lebih brendah dibandingkan tingkat kepuasan konsumen non-LCGC yang mencapai 788.

“Perlu dipertimbangkan bahwa ada kecenderungan konsumen untuk pindah ke segmen yang lebih tinggi dalam hal kepemilikan kendaraan sehingga penting bagi para manufaktur mobil dan penjual untuk mengerti profil dan kebutuhan konsumen,” kata Kaustav Roy, Direktur J.D. Power dalam laporan yang diterima Bisnis, Senin (6/11/2017).

Dalam survei yang dilakukan terhadap 2.476 pemilik kendaraan baru yang membeli kendaraannya pada rentang waktu antara bulan September 2016 hingga Juli 2017, ditemukan fakta menarik.

Yakni konsumen LCGC bukan hanya memiliki ekspektasi yang lebih tinggi, namun juga menerima implementasi proses layanan penjualan yang relatif lebih rendah dari diler mobil dibandingkan dengan konsumen non-LCGC.

Menurutnya, meskipun komposisi signifikan pembeli mobil pertama kali berasal dari segmen LCGC (77%), hanya sebesar 22% konsumen LCGC yang mendapatkan semua standar proses dalam pengalaman pembelian mereka. Ini lebih rendah dibandingkan dengan pembeli kendaraan non-LCGC (27%).

Dibandingkan dengan pemilik mobil di segmen lainnya, sejumlah pemilik LCGC lebih sedikit mendapatkan tawaran layanan dari diler resmi dalam hal seperti demonstrasi saat tes uji kendaraan (LCGC 35%, non-LCGC 42%).

Selain itu penawaran cicilan dari penjual (LCGC 57%, non-LCGC 68%), janji berlebihan mengenai waktu pengiriman dari penjual (LCGC 28%, non-LCGC 23%), dan waktu pengiriman dalam seminggu untuk mobil baru (LCGC 58%, non-LCGC 63%).

“Para manufaktur mobil dan penjual yang dapat memberikan fokus lebih kepada konsumen LCGC berkemungkinan mendapatkan referensi dan tingkat pembelian ulang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

LCGC
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top