MOBIL LISTRIK, Toyota Indonesia Sanggupi Perakitan Lokal

Pemerintah menargetkan agen pemegang merek (APM) dapat merakit mobil listrik di dalam negeri lima tahun setelah regulasi mobil rendah emisi karbon (LCEV) diterbitkan. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyanggupi hal tersebut.
Muhammad Khadafi | 30 Agustus 2017 18:00 WIB
Toyota iQ EV. - toyota/global.com

Bisnis.com, KARAWANG – Pemerintah menargetkan agen pemegang merek (APM) dapat merakit mobil listrik di dalam negeri lima tahun setelah regulasi mobil rendah emisi karbon (LCEV) diterbitkan. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyanggupi hal tersebut.

Insha Allah [pasti] bisa. Semua fuel efficient vehicle [kendaraan hemat bahan bakar] untuk masyarakat Indonesia,” kata Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono di Karawang, Jawa Barat, Rabu (30/8/2017).

Warih menjelaskan untuk mencapai CKD (completely knock down) mobil listrik ada prosesnya. Awalnya sudah pasti APM mengimpor secara utuh atau CBU (completely built up). Pada akhirnya tentu dia ingin sampai ke skema part by part di mana tingkat komponen lokal sudah tinggi.

“Supaya bukan hanya Toyota [untung], tapi supply chain [pemasok] juga ikut,” katanya. Saat ini satu komponen krusial mobil listrik, baterai masih menjadi permasalahan. Sebab sumber tenaga mobil energi baru terbarukan ini tidak bisa didaur ulang.

Toyota tengah mengembangkan baterai dengan teknologi baru, di mana dapat memperpanjang masa pakai. Inovasi anyar ini juga akan mempercepat waktu pengisian ulang.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto dalam pembukaan GIIAS 2017 menyampaikan pemerintah menargetkan 400.000 mobil listrik atau hibrida dapat mengisi pasar otomotif pada 2025. Mobil hibrida, yang masih menggendong mesin bensin diharapkan bisa menjadi jembatan terbaik untuk menyambut era mobil bertenaga energi baru terbarukan.

I Gusti Putu Suryawariawan, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian mempersilakan APM untuk impor terlebih dahulu sebelum bisa produksi mobil listrik di Indonesia. Dengan catatan mereka yang akan diberi kemudahan adalah pabrikan yang memiliki komitmen untuk merakit di dalam negeri.

Dia berharap pada 2025 APM sudah bisa memproduksi mobil listrik di Indonesia. Dia tidak ingin negara ini hanya menjadi pasar, tanpa ada transfer teknologi dan juga keuntungan bagi para pelaku usaha komponen lokal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mobil listrik, toyota motor manufacturing indonesia

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top