Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahun 2040, Prancis Hentikan Penjualan Mobil Berbahan Bakar Bensin & Solar

Prancis akan menghentikan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin dan solar mulai tahun 2040 sebagai bagian dari rencana ambisius untuk mencapai targetnya berdasarkan kesepakatan iklim Paris, kata Menteri Lingkungan Hidup Nicolas Hulot pada Kamis (6/7/2017) waktu setempat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Juli 2017  |  14:30 WIB
Badan mobil baru dalam proses produksi di pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4). - Bloomberg/Dimas Ardian
Badan mobil baru dalam proses produksi di pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4). - Bloomberg/Dimas Ardian

Kabar24.com, JAKARTA -- Prancis akan menghentikan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin dan solar mulai tahun 2040 sebagai bagian dari rencana ambisius untuk mencapai targetnya berdasarkan kesepakatan iklim Paris, kata Menteri Lingkungan Hidup Nicolas Hulot pada Kamis (6/7/2017) waktu setempat.

"Kami mengumumkan penghentian penjualan mobil berbahan bakar bensin dan solar sebelum 2040," kata Hulot, menyebutnya "revolusi sesungguhnya."

Hulot mengakui bahwa mencapai target tersebut akan "sulit" terutama bagi produsen mobil, tapi mengatakan bahwa industri mobil Prancis mampu untuk beralih.

Produsen mobil Prancis Peugeot, Citroen dan Renault menduduki peringkat pertama, kedua dan ketiga di daftar produsen mobil terbesar dengan emisi karbon terendah, kata Badan Lingkungan Eropa (European Environment Agency/EEA).

Hulot, seorang aktivis lingkungan senior, merupakan salah satu pendatang baru di kancah politik yang diangkat sebagai menteri oleh Presiden Emmanuel Macron di pemerintahannya, demikian AFP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik bensin

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top