Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SMSM Bersiap Hadapi Perubahan Zaman

Produsen komponen otomotif PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) sejak sepuluh tahun terakhir telah bersiap menghadapi perkembangan teknologi di sektor otomotif. Semakin dekatnya era mobil berbahan bakar listrik, membuat perusahaan sejak 10 tahun terakhir mulai memproduksi filter untuk alat berat atau kendaraan niaga.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 30 Mei 2017  |  11:50 WIB
Direktur PT Selamat Sempurna Tbk. Ang Andri Pribadi. - JIBI/Abdullah Azzam
Direktur PT Selamat Sempurna Tbk. Ang Andri Pribadi. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen komponen otomotif PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) sejak sepuluh tahun terakhir telah bersiap menghadapi perkembangan teknologi di sektor otomotif. Semakin dekatnya era mobil berbahan bakar listrik, membuat perusahaan sejak 10 tahun terakhir mulai memproduksi filter untuk alat berat atau kendaraan niaga.

“Saat ini kami lebih ke heavy duty [alat berat], bus. Lebih ke sana dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Kurang lebih persentasenya 65:35,” kata Direktur SMSM Ang Andri Pribadi saat dikunjungi Bisnis di Wisma ADR, Jakarta, Senin (29/5/2017).

SMSM saat ini adalah produsen komponen filter merek Sakura yang bisa digunakan untuk berbagai macam mesin, seperti mesin industri, otomotif, dan kapal laut. Perusahaan ini telah mendistribusikan produknya ke 100 negara.

Andri menjelaskan penggunaan filter pada kendaraan berbahan bakar listrik sangat sedikit. Kendaraan tersebut tak lagi membutuhkan filter bahan bakar dan oli. “Hanya tinggal satu filter untuk menyaring udara luar ke dalam,” katanya.

Diproyeksikan 10—15 tahun ke depan 90% produk filter merek Sakura dari SMSM diperuntukkan bagi kendaraan niaga seperti truk dan bus. Dua jenis kendaraan tersebut diyakini masih akan menggunakan bahan bakar bensin, karena membutuhkan torsi besar untuk beroperasi.

Selain itu menurut Andri, kemunculan kendaraan berbahan bakar listirk juga tidak akan langsung menghilangkan populasi kendaraan konvensional. “Mungkin berhenti diproduksi, tapi populasi tidak akan langsung hilang, kecuali pemerintah melarang mobil berbahan bakar bensin. Itu baru repot,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

selamat sempurna
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top