Daihatsu Sasar Pertumbuhan Agresif di Jateng

Pabrikan mobil asal Jepang, Daihatsu, tahun ini membidik pertumbuhan penjualan agresif di wilayah Jawa Tengah yaitu sekitar 17% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu
Lingga Sukatma Wiangga | 13 April 2017 02:30 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, SEMARANG—Pabrikan mobil asal Jepang, Daihatsu, tahun ini membidik pertumbuhan penjualan agresif di wilayah Jawa Tengah yaitu sekitar 17% dibandingkan dengan realisasi tahun lalu.

David Gunawan, Regional Head Jawa Tengah DIY PT Astra International Tbk.-Daihatsu Semarang Branch mengatakan tahun ini memang pihaknya memasang target pertumbuhan yang signifikan. Terlebih jika dibandingan dengan target pertumbuhan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang mematok di bawah kisaran 10%.

Menurutnya, tahun lalu realisasi penjualan pihaknya mencapai 16.780 unit. Adapun tahun ini diharapkan bisa menembus 19.676 unit.

“Targetnya memang kami setting naik 17% dan kami optimistis bisa merealisasikan itu. Pasar di Jawa Tengah itu sangat potensial dalam dua bulan pertama tahun ini total pasar sudah tumbuh sekitar 6%,” katanya, di sela-sela peluncuran New Astra Daihatsu Ayla, Rabu (12/4).

Optimisme tersebut berdasar pada beberapa wilayah di Jawa Tengah yang terus digenjot sebagai kawasan industri. Di sisi lain, upah pekerja di Jawa Tengah terus naik yang menggenjot daya beli kelas pekerja.

Hal itu pun diperkuat dengan gencarnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah. Di sisi lain, pihaknya dibantu oleh lembaga pembiayaan yang memberikan keringanan pada konsumen. Maklum saja, berkaca dari tahun sebelumnya, pembelian secara kredit mencapai 78%.

Kendati pihaknya menargetkan pertumbuhan yang signifikan, David menyebut, dalam penguasaan pangsa pasar pihaknya berusaha mempertahankan raihan tahun lalu yaitu sekitar 18%. Adapun pada periode Januari-Februari 2017 pangsa pasar mobil merek Daihatsu di Jawa Tengah baru sekitar 17,4%.

Sementara itu, untuk kontribusi terhadap penjualan Daihatsu secara nasional, pihaknya akan mempertahankan di kisaran 9%. Angka tersebut menurutnya adalah rerata sumbangsih Jawa Tengah hampir setiap tahun.

Aspek lain yang menurutnya akan mendongkrak penjualan tahun ini adalah produk yang ditawarkan. Mulai bulan ini, pihaknya akan mulai memasarkan Ayla terbaru. Jagoan Daihatsu di model low cost green car (LCGC) lima penumpang tersebut sebelumnya menguasai pangsa pasar sekitar 13% di kelasnya.

Dengan adanya sokongan model anyar, pihaknya optimistis pangsa Ayla naik jadi 23%. Secara total, pada tahun ini pihaknya menargetkan penjualan Ayla minimal 3.000 unit. Sepanjang tahun berjalan, Ayla di Jawa Tengah sudah terjual 515 unit.

Berkaca dari tahun sebelumnya, kontribusi Ayla terhadap penjualan Daihatsu di Jawa Tengah sekitar 18% atau menempati urutan ketiga terbesar setelah pikap Gran Max sekitar 31% dan model LCGC tujuh penumpang, Sigra, sekitar 22%. Di bawah Ayla mengikuti Xenia sekitar 14,2%.

David menambahkan, kontribusi pasar LCGC ke depan sangat berpotensi tumbuh. Terlebih Ayla dihadirkan dengan varian anyar yang ‘dipersenjatai’ dapur pacu berkapasitas 1.2 L. Varian tersebut, lanjut dia, akan menyasar pasar yang selama ini belum optimal yaitu anak muda yang suka dengan mobil kecil berperforma lebih tinggi.

Tag : otomotif
Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top