Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ford Masih Belum Terlepas dari Investigasi Mobil Bermasalah

Manufaktur otomotif terbesar kedua di AS, Ford Motor Co., masih harus menghadapi sejumlah investigasi dari pihak National Highway Traffic Safety Administration AS guna mengusut kasus keselamatan berkendara yang berkaitan dengan sistem pintu kait serta masalah kemudi milik Ford.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 04 Oktober 2016  |  13:20 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Manufaktur otomotif terbesar kedua di AS, Ford Motor Co., masih harus menghadapi sejumlah investigasi dari pihak National Highway Traffic Safety Administration AS guna mengusut kasus keselamatan berkendara yang berkaitan dengan sistem pintu kait serta masalah kemudi milik Ford.

Bahkan sejak 2014 lalu, Ford telah melakukan penarikan kembali (recall) 4 juta unit dalam 6 tahap termasuk aksi recall 2,4 juta unit dua bulan lalu yang meliputi Ford C-MAX, Ford Escape, Ford Focua, Ford Mustang, Lincoln MKC serta Ford Transit Connect Van.

Tentu saja, kondisi tersebut memaksa Ford untuk memangkas proyeksi profit sebelum pajak menjadi US$10,2 miliar dari sebelumnya sebesar US$10,8 miliar akibat terus meningkatnya biaya perbaikan hingga US$640 juta.

Saat ini, pihak otoritas AS tengah melakukan 2 penyelidikan awal terhadap 642 ribu unit model SUV Ford yaitu terdiri dari 380 ribu unit Ford Edge buatan tahun 2012-2013 dan 262 ribu unit Ford Fusion buatan tahun 2010 setelah menerima 1.560 pengaduan terkait masalah keamanan pintu kait yang dapat terbuka saat mobil melaju serta masalah power steering pada kemudi yang terjadi pada Ford Fusion.

Juru bicara Ford Elizabeth Weigandt menyatakan, "Kami terus mengevaluasi proses perbaikan tersebut dan ketika data menyebutkan aksi recall harus dilakukan maka akan segera bergerak."

Sebelumnya di tahun 2015 terdapat 1.102 laporan dan Ford menyatakan telah menyelesaikan 10.883 klaim garansi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ford motor company

Sumber : Reuters

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top