Saham Pabrikan Mobil Listrik Asal AS Menurun Tajam

Harga saham Tesla tergelincir 9% menjadi US$147,99 di New York yang merupakan harga penutupan paling rendah sejak Januari 2014. Secara total, saham merosot 32% pada tahun ini hingga perdagangan Jumat lalu.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 09 Februari 2016  |  13:18 WIB
Saham Pabrikan Mobil Listrik Asal AS Menurun Tajam
Mobil listrik Tesla - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga saham manufaktur mobil listrik asal AS, Tesla Motors Inc., mencatat penurunan saham selama 2 tahun di tengah kekhawatiran murahnya harga bahan bakar akan menekan permintaan terhadap mobil listrik serta adanya keraguan apakah perusahaan AS tersebut dapat memproduksi secara efisien model SUV terbarunya tersebut.

Harga saham Tesla tergelincir 9% menjadi US$147,99 di New York yang merupakan harga penutupan paling rendah sejak Januari 2014. Secara total, saham merosot 32% pada tahun ini hingga perdagangan Jumat lalu.

Perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California tersebut akan mengumumkan laporan keuangan perusahaan kuartal keempat pada Rabu setelah penutupan pasar saham.

Sentimen negatif terus menguat sejak peluncuran model X SUV akibat kekhawatiran terhadap jalannya produksi dan kemampuan perusahaan untuk memproduksi kendaraan tersebut dalam volume tinggi.

Tahun lalu, Tesla telah mendistribusikan 50.580 unit dan menargetkan total distribusi mencapai 500 ribu hingga tahun 2020 mendatang.

Kevin Tynan, seorang analis Bloomberg Intelligence, menyatakan bahwa pencapaian target tersebut tampak meragukan di tengah harga bahan bakar yang masih kokoh berada di bawah harga US$2 per galon di AS.

Meskipun demikian, jumlah distribusi yang meningkat pesat akan bergantung pada produksi pabrik baterai milik Tesla di Reno, Nevada serta ketepatan waktu peluncuran model sedan Tesla 3.

Chief Executive Officer Tesla, Elon Musk mengklaim perusahaan telah memproduksi 1.600 hingga 1.800 unit per minggunya untuk Model S dan X tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tesla motors

Sumber : Bloomberg

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top