Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Heboh Mobnas Proton, Ini Permintaan Presiden Jokowi pada Esemka

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta mobil Esemka sebelum diproduksi secara komersial agar membidik segmen khusus seperti misalnya menjadi kendaraan angkutan perdesaan, pertanian, atau perkebunan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Februari 2015  |  01:30 WIB
Siswa SMK Negeri 1 Kediri, Jawa Timur, merawat Mobil Esemka tipe sport utility vehicle (SUV) Rajawali, Rabu (11/2/2015). - Antara/Rudi Mulya
Siswa SMK Negeri 1 Kediri, Jawa Timur, merawat Mobil Esemka tipe sport utility vehicle (SUV) Rajawali, Rabu (11/2/2015). - Antara/Rudi Mulya

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta mobil Esemka sebelum diproduksi secara komersial agar membidik segmen khusus seperti misalnya menjadi kendaraan angkutan perdesaan, pertanian, atau perkebunan.

"Esemka diminta mencari segmen khusus, jangan berhadapan langsung dengan raksasa otomotif yang sudah besar," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (25/2/2015) malam.

Ia mengatakan jika Esemka memilih seperti Malaysia dalam mengembangkan mobil nasionalnya yang ingin men-challenge untuk berhadapan langsung dengan raksasa otomotif besar, maka akan sulit bagi Indonesia. Sebab Indonesia sudah termasuk terlambat mengembangkan proyek mobil nasional.

"Seperti Korea saja mengembangkan mobil nasional sejak tahun 1970an, Malaysia 1980an dan disupport habis-habisan," katanya. Namun, ia menegaskan pemerintah mendorong inisiatif pihak manapun untuk mengembangkan proyek mobil nasional.

Esemka, kata Sofyan, pada dasarnya sudah menjadi salah satu kebanggaan masyarakat di Tanah Air karena diproduksi oleh putra putri bangsa dari SMK-SMK yang bahkan berpotensi menghasilkan pendapatan untuk mereka.

"Kami tanya, berapa skala ekonominya, ternyata dengan produksi 300-400 unit tiap bulan saja sudah bisa 'making money', karena tidak mungkin menyaingi industri otomotif yang sudah meraksasa," katanya.

Namun tantangan ke depan, kata dia, banyak meskipun pada intinya masyarakat harus tetap bisa mengapresiasi karya anak bangsa yang diharapkan bisa menjadi cikal bakal mobil nasional.[]

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobnas esemka

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top