Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KENDARAAN NIAGA: Menteri Perindustrian Harapkan Perbanyak Konten Lokal

Menteri Perindustrian Saleh Husin berharap tidak hanya kendaraan penumpang yang sukses dalam kinerja ekspor melainkan pula kendaraan niaga, baik truk maupun pikap. Selain mendorong peningkatan ekspor dirinya juga menginginkan peningkatan konten lokal kendaraan.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 06 November 2014  |  03:39 WIB
 Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Perindustrian Saleh Husin berharap tidak hanya kendaraan penumpang yang sukses dalam kinerja ekspor melainkan pula kendaraan niaga, baik truk maupun pikap. Selain mendorong peningkatan ekspor dirinya juga menginginkan peningkatan konten lokal kendaraan.

“Selain pasar dalam negeri juga harus rebut pasar luar negeri. Dan kalau bisa seluruh komponen truk bisa komponen lokal agar nilai tambahnya lebih besar bagi dalam negeri,” ucapnya, Rabu (5/11/2014).

Pada tahun ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai 200.000 unit sedangkan kendaraan terurai (CKD) 120.000 unit. Gaikindo mencatat realisasi sampai September 47.692 unit (CBU), 81.257 unit (CKD), dan 2,94 juta pieces komponen.

Sejalan dengan harapan Kemenperin, agen tunggal pemegang merek kendaraan niaga PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) juga hendak meningkatkan ekspornya.

Saat ini, Hino baru mengekspor 1% dari total produksi atau setara 1.050 unit per tahun. Pada tahun depan jumlah ini ditargetkan meningkat tetapi HMMI enggan menyebutkan angka detil.

Sementara itu, terkait pemenuhan konten lokal dalam proses manufaktur yang tertinggi dimiliki truk ringan mencapai 71%, truk menengah berat 41%, dan bus 30%.

Kemenperin mendorong agar pemanufaktur kendaraan lebih serius mengembangan pusat penelitian dan pengembangan (litbang) di Tanah Air guna meningkatkan konten lokal.

Presiden Komisaris PT HMMI Toshiro Mizutani mengatakan kinerja ekspor sangat dipengaruhi perekonomian di negara tujuan ekspor. Apabila ekonomi mereka bergeliat pada umumnya kebutuhan kendaraan niaga akan bertambah, demikian pula sebaliknya.

“Sulit unit menyebutkan berapa persen target ekspor tahun depan. Ini tergantung kepada perekonomian importir. [Yang banyak diekspor] itu Dutro Series,” ucapnya.

Ekspor Hino saat ini berkisar 1.000 unit untuk kendaraan utuh dan sekitar 50 unit komponen alias kendaraan dalam rangkaian terurai. Pasar ekspor utama komponen ialah Malaysia, Thailand, Jepang, Pakistan, dan Taiwan. Untuk kendaraan utuh ke Vietnam, Amerika Latin, Filipina, dan Bolivia.

Gaikindo mencatat penjualan dari pabrikan ke diler Hino pada Januari – September 20.919 unit. Dari jumlah ini truk ringan 10.196 unit, medium truk 3.611 unit, dan truk berat 6.043 unit, sedangkan bus sekitar 984 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kendaraan niaga
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top