Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NISSAN MOTOR Kurangi Diskon, Kejar Target Penjualan

PT Nissan Motor Indonesia optimistis wholesales pada kuartal IV/2014 akan naik hingga 90% lebih dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal tersebut tak lepas dari kontribusi Nissan X Trail terbaru
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 22 Oktober 2014  |  23:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—PT Nissan Motor Indonesia optimistis wholesales pada kuartal IV/2014 akan naik hingga 90% lebih dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Hal tersebut tidak lepas dari kontribusi Nissan X Trail terbaru. Pada kuartal III/2014 penjualan PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mencapai 7.604 unit.

Menurut General Manager Marketing Strategy and Public Relations PT NMI Budi Nur Mukmin, dengan sumbangan X Trail terbaru yang diproyeksikan meraih penjualan 1.000-1.500 unit per bulan, pada kuartal terakhir Nissan akan meraih 12.000-15.000 unit penjualan kendaraan.

Pada periode Januari-September 2014, Nissan sudah berhasil menjual 27.391 unit. Sebagai gambaran pada kuartal I NMI menjual 12.460 unit kendaraan, sedangkan kuartal II 7.327 unit. Hingga akhir 2014 nanti, Budi menyatakan pihaknya ingin meraih target dikisaran 40.000 unit.

“Saya rasa dengan dorongan X Trail terbaru penjualan Nissan tahun ini sekitar 40.000 unit,” kata Budi kepada Bisnis, Rabu (22/10/2014).

Penjualan Nissan pada September kenaikannya hanya sedikit dibandingkan dengan penjualan pada Agustus. Kenaikan tersebut tidak berbanding lurus dengan kenaikan total pasar otomotif.

"Penjualan NMI pada September 2.543 unit, dan bulan sebelumnya hanya 2.542 unit. Pada bulan kesembilan total pasar otomotif mencapai 102.711 unit,  naik 5,8% dari penjualan pada Agustus yang mencapai 96.753 unit."

Budi mengatakan kenaikan pasar otomotif nasional pada September terdorong motor show . Selain itu, dari hasil pengamatan NMI kenaikan penjualan didorong pula oleh diskon besar-besaran yang dilakukan beberapa agen pemegang merek (APM).

Bahkan, ada beberapa produk baru yang sudah didiskon untuk menekan stok di diler untuk mengejar target penjualan. Pasalnya, pasar tahun ini memang sedikit tersendat akibat iklim politik dan ekonomi yang cenderung fluktuatif. 

Menurut Budi, pihaknya tidak mau melakukan hal tersebut. Bahkan NMI malah mengurangi diskon Rp2 juta hingga Rp5 juta untuk beberapa produknya.

 “Diskon besar-besaran akan berpengaruh secara jangka panjang. Ini akan mengurangi resale value. Sehingga pada September diskon banyak dikurangi terutama di produk Grand Livina sebagai salah satu penyumbang penjualan terbesar,” ucap Budi.

Analisis Budi, jika kebijakan diskon besar terus ditempuh akan membuat selisih harga mobil baru dan bekas tidak berbeda jauh. Harga mobil bekas bisa meluncur drastis. Penurunan harga jual mobil bekas tersebut akan mempengaruhi brand image sebuah produk.

“Saat konsumen mau beli mobil bekas, dia akan berpikir nilai jual kembalinya. Jika dari awal sudah murah, konsumen akan menganggap kendaraan bekas tersebut memiliki kualitas rendah,” tutur Budi.

Budi menambahkan, pada akhir tahun pasar akan terdorong momentum Natal dan tahun baru. Selain itu, para APM akan melakukan gimik pemasaran untuk menjual habis kendaraan stok lama.

Sebagai gambaran, penjualan Nissan pada September disumbangkan X Trail 148 unit, Serena 183 unit, All New Livina X Gear 83 unit, All New Grand Livina 1.027 unit, Frontier Navara Pu 23 unit, March 853 unit, Juke 177 unit, Evalia 10 unit, Elgrand 5 unit dan New Teana 34 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif nissan motor indonesia
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top