Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kontribusi Mobil Hemat Energi di Asean Bisa 13%

Porsi program mobil hemat energi di dalam pasar kendaraan bermotor roda empat Asean diramalkan bakal melampaui pangsa 2013.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 23 Juni 2014  |  20:22 WIB
Kontribusi Mobil Hemat Energi di Asean Bisa 13%

Bisnis.com, JAKARTA—Porsi program mobil hemat energi di pasar kendaraan bermotor roda empat Asean diramalkan bakal melampaui pangsa 2013.

Lembaga riset global Frost & Sullivan mencatat selama tahun lalu mobil irit bahan bakar ini menyumbang 11,5% terhadap pasar kendaraan penumpang.

Masaki Honda, Consulting Director Automotive & Transportation Asia Pasific Frost & Sullivan, memproyeksikan kontribusi green car pada 2014 akan meningkat menjadi 12% - 13% terhadap pasar otomotif Asean.

"Pasar green car Asean terdorong program eco-car Thailand dan insentif mobil rendah emisi di Malaysia serta ada low cost and green car [LCGC] di Indonesia. Pangsa green car terbesar tahun lalu dimiliki Thailand," tuturnya di Jakarta, Senin (23/6/2014).

Sepanjang tahun lalu terjual 2,4 juta unit kendaraan penumpang di Asia Tenggara dengan porsi mobil hemat bahan bakar di dalamnya 275.000 unit. Pasar mobil penumpang tahun lalu itu tumbuh 10,61% dari 2,17 juta unit pada 2012.

Tahun lalu Thailand menguasai 67% segmen mobil hemat bahan bakar, Indonesia 18%, Malaysia 7%, selebihnya dari anggota Asean lain. Merujuk kepada persentase ini diketahui kontribusi Negeri Gajah Putih sedikitnya 184.250 unit, RI 49.500 unit, dan Malaysia 19.250 unit.

Sejalan dengan melemahnya pasar domestik Thailand, penjualan eco-car juga mengalami tren yang sama. Pengusaan eco-car di segmen mobil hemat bahan bakar Asean berpotensi susut ke level 50%.

"Thailand akan turun dari level 67% sedangkan LCGC Indonesia bisa meningkat," ucap Honda tanpa menyebutkan detil angka pertumbuhan RI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lcgc
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top