Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Toyota Wigo Belum Beranjak dari Asean

Grup Toyota terus mempelajari peluang perluasan negara tujuan ekspor Wigo. Pasar utama low cost and green car ini kemungkinan tetap berada di kawasan Asean.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 19 Juni 2014  |  18:34 WIB
Pasar Toyota Wigo Belum Beranjak dari Asean
Logo Toyota. Pasar produk Toyota Wigo belum beranjak dari Asean - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Grup Toyota terus mempelajari peluang perluasan negara tujuan ekspor Wigo. Pasar utama low cost and green car ini kemungkinan tetap berada di kawasan Asean.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan penjajakan pasar ekspor Wigo belum beranjak dari Asia Tenggara. Produk yang dikenal sebagai Astra-Toyota Agya ini ditargetkan laku 6.000 unit di Filipina sepanjang 2014.

Director Corporate and External Affairs Directorate, Production and Logistic Control Directorate TMMIN I Made Dana Tangkas mengatakan Toyota terus mengkaji pasar ekspor yang potensial untuk Wigo. "Peluang pasar ini tergantung dari penerimaan konsumen di negara tujuan serta dukungan pemerintah di sana," tuturnya kepada Bisnis, Kamis (19/6/2014).

TMMIN enggan membeberkan ke negara Asean mana lagi selanjutnya Wigo akan dijual. Dalam menentukan pasar ekspor harus dipastikan kontinyuitas suplai, jangan sampai tetiba berhenti di tengah jalan.

Toyota Wigo merupakan kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (KBH2) pertama yang menembus pasar luar negeri. Pada awal bulan ini PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) melanjutkan kinerja ekspor KBH2 berbekal Suzuki Wagon R ke Pakistan sejumlah 20.000 unit selama tahun fiskal 2014.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai KBH2 mampu merangsang kinerja ekspor industri otomotif pada tahun-tahun mendatang. "Ekspor KBH2 membuktikan produk kita berkualitas baik. Secara keseluruhan ekspor mobil dari Indonesia menuju 84 negara," ujar Menteri Perindustrian M.S. Hidayat.

Pemerintah memproyeksikan setiap tahun setidaknya ada dua merek KBH2 yang diekspor ke negara tujuan baru. Kemenperin ingin mobil murah buatan Indonesia bisa mendominasi Asean.

Sepanjang tahun ini Kemenperin menargetkan ekspor produk otomotif secara utuh mencapai 200.000 unit dan terurai 110.000 unit. "Untuk meningkatkan produksi yang akan diekspor butuh pengembangan teknologi dan pendalaman struktur industri," ujar Hidayat.

Kementerian Perdagangan menargetkan pendapatan ekspor otomotif bakal tumbuh 4,5% menjadi sekitar US$4,6 miliar. Negara utama yang jadi tujuan ekspor ialah Thailand, Arab Saudi, Filipina, Jepang, dan Malaysia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lcgc
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top