Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Datsun Mulai Eksis di Pasar Kendaraan Hemat dan Terjangkau

Sejak bulan kelima tahun ini pasar kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (KBH2) memasuki era persaingan baru. Pengiriman KBH2 Datsun GO+ Panca mulai terealisasi sejumlah 1.191 unit.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 19 Juni 2014  |  18:54 WIB
Datsun Mulai Eksis di Pasar Kendaraan Hemat dan Terjangkau
Logo mobil Datsun.Mulai Eksis di Pasar Kendaraan Hemat dan Terjangkau - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Sejak bulan kelima tahun ini pasar kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (KBH2) memasuki era persaingan baru. Pengiriman KBH2 Datsun GO+ Panca mulai terealisasi sejumlah 1.191 unit.

 Jumlah itu memang tak lebih besar dibandingkan dengan volume pengiriman dari pabrikan ke diler (wholesales) merek KBH2 lain. Kendati demikian sepanjang tahun fiskal 2014 tetap ditargetkan sedikitnya 40.000 unit Datsun laku di pasar Indonesia.

Head of Datsun Indonesia Indriani Hadiwijaya meyakini pasar Datsun GO+ Panca akan terus berkembang pada bulan-bulan mendatang. “Pasti akan ada penambahan volume karena pasar akan terus bergerak,” katanya kepada Bisnis, Kamis (19/6/2014).

Pasokan ke diler pada bulan lalu melampaui 1.000 unit tetapi realisasi pengiriman ke konsumen (retailsales) baru 140 unit. NMI berupaya menjaga stok Datsun di seluruh outlet penjualan pada level 2 pekan.

“Produksi akan bertambah. Untuk 2 bulan ini sudah ada 3.500 inden. Target 40.000 unit tetap memungkinkan tercapai,” tutur Indriani.

Di penghujung semester I ini penjualan Datsun diproyeksikan meningkat ke level 2.000 unit. Perkirakaan ini muncul seiring tren pasar otomotif jelang Lebaran yang lazimnya lebih bergeliat.  Pemasaran Datsun bernaung di bawah bendera PT Nissan Motor Indonesia (NMI).   

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lcgc
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top