Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Cara Goyang Dominasi Pasar Mobil Jepang di Indonesia

Pangsa pasar otomotif Tanah Air hingga kuartal pertama 2014 masih dikuasai merek-merek asal Jepang.
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 22 April 2014  |  23:55 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pangsa pasar otomotif Tanah Air hingga kuartal pertama 2014 masih dikuasai merek-merek asal Jepang.

Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut beberapa tahun ke depan. Untuk bisa bersaing, di masa yang akan datang merek-merek non Jepang harus terlebih dahulu berinvestasi di Indonesia.

Menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto, kuartal berikutnya di tahun ini merek-merek mobil non-Jepang tidak akan bisa serta-merta bersaing ketat dengan merek mobil dari negeri Sakura. Merek-merek mobil asal Jepang dinilai sudah dikenal lama oleh penduduk nusantara.

“Mobil-mobil asal Jepang sudah ada di Indonesia sejak tahun ’70-an bahkan ’60-an. Mobil asal Korea, Hyundai, masuk ke Indonesia paling sekitar tahun ’95. Jelas ketinggalan 25 sampai 30 tahun. Dulu ada mobil Eropa dan Amerika, tapi sempat hilang,” katanya kepada Bisnis, Selasa(22/4/2014).

Agar dapat bersaing, merek-merek mobil non Jepang harus membuka pabrik di Indonesia, atau minimal di kawasan Asia Tenggara. Jika hal itu sudah dilakukan, harga akan semakin kompetitif.

“Kita harus ikuti aturan main dengan investasi terlebih dahulu. Kalau produknya masih dari luar Indonesia, nanti terkena bea. Meskipun jika dari negara Asean sudah tidak ada biaya masuk, tapi lebih baik investasi di Indonesia,” ucapnya.

Meskipun demikian, kesempatan mobil non Jepang menguasai pasar tanah air tetap ada. Hal ini tergantung dari kesiapan masing-masing agen tunggal pemegang merek (ATPM).

“Jika sudah investasi, para ATPM harus memperhatikan tiga hal. Pertama, produknya tepat, yaitu sesuai dengan pasar Indonesia. Kedua harganya tepat, yaitu disesuaikan dengan tingkat daya beli masyarakat Indonesia. Kemudian yang terakhir timing-nya harus pas,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dirilis Gaikindo pada kuartal pertama 2014, produk mobil asal Jepang yang menduduki peringkat pertama pangsa pasar adalah PT TAM. TAM menguasai 34,54% pangsa pasar dengan membukukan 113.481 penjualan.

Diperingkat kedua, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) membukukan 51.448 penjualan. Dengan angka penjualan tersebut ADM menguasai 15,66% pangsa pasar otomotif. Di urutan ketiga, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menguasai 12,87 % pangsa pasar dengan mencatatkan 42.281 penjualan.

Sedangkan pangsa pasar mobil non Jepang, tidak mencatatkan penjualan yang tinggi. Persentase market share mobil asal Korea, Eropa dan Amerika tidak telalu signifikan. Produk mobil non Jepang tersebut pada kuartal pertama 2014, tidak ada yang menguasai pangsa pasar hingga 5%.

PT Hyundai Mobil Indonesia, agen tunggal pemegang merek (ATPM) Hyundai, hanya mencatat 585 penjualan dengan persentase pangsa pasar sebesar 0,18%. Sedangkan merek asal Korea lainnya KIA, hanya mampu menjual 2558 unit dengan persentase pangsa pasar sebesar 0,78%.

Untuk merek mobil keluaran Eropa, Mercedes Benz melakukan 684 penjualan dengan pangsa pasar sebesar 0,21%. Disusul BMW, yang menjual 663 unit dengan pangsa pasar 0,20%. Kemudian Audi, yang hanya menjual 67 unit, dengan persentase pangsa pasar sebesar 0, 02%.

Pada merek mobil keluaran negeri Paman Sam, Chevrolet menjual 3.849 unit atau sekitar 1,17%, dan Ford menjual 1.229 unit dengan persentase pangsa pasar sebesar 0,37%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top