Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IIMS 2013: ATPM Mobil Murah Belum Berminat Ekspor

Bisnis.com, JAKARTA - Keinginan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi LCGC bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga pasar global. Sejauh ini, belum ada satupun pemegang merek LCGC yang secara tegas menjamin komitmen
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 19 September 2013  |  10:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Keinginan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi LCGC bukan sekedar untuk memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga pasar global. Sejauh ini, belum ada satupun pemegang merek LCGC yang secara tegas menjamin komitmen ekspor.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo mengatakan target pasar utama Agya adalah Indonesia sehingga kesempatan ekspor belum menjadi fokus.

"Tetapi peluang untuk mengekspor Toyota Agya tetap terbuka," katanya kepada Bisnis, Kamis (19/9/2013). Kalaupun akan jual Agya ke luar negeri TAM akan membidik negara dengan karakter pasar otomotif seperti Indonesia misalnya, Malaysia, Amerika Selatan dan Afrika Selatan.

Direktur Marketing dan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy menuturkan sejauh ini pihaknya berkonsentrasi menembus persaingan di dalam negeri, peluang ekspor akan ditelaah belakangan.

"Jangan hanya dilihat ekspor itu semata mobil saja. Kami ekspor juga kok seperti transmisi dan mesin. Lihat juga ekspor per komponen," ujar Jonfis.

Bagi PT Nissan Indonesia Motor (NIM), untuk Datsun GO+, hingga kini mengambang. Penjualan ke luar negeri akan disesuaikan dengan kapasitas produksi di Indonesia sekaligus mencermati karakter pasar di negara tujuan.

"Kami tidak bilang tidak mau ekspor. Kalau ada permintaan kenapa tidak?"ujar Indriani Hadiwidjaja, General Marketing & Communication PT Nissan Motor Indonesia. Sejauh ini, Datsun fokus di industri otomotif Indonesia, India, Rusia, Afrika Selatan, dan Asia Tenggara.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sudirman M.R. menyatakan ekspor akan dilakukan jika permintaan tumbuh signifikan. Tapi ini akan diwujudkan saat kebutuhan domestik sudah terpenuhi. Pasar luar yang dinilai ADM cukup prospektif salah satunya Afrika dan Filipina.

Di hubungi secara terpisah, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto menjelaskan komitmen ekspor tidak bisa diputuskan sendiri oleh basis merek otomotif di Indonesia. Mereka harus meminta restu kepada prinsipal pusat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iims
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top