Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ATPM Mobil Murah: Persaingan Itu Baik

Bisnis.com, JAKARTA - Melirik program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car/LCGC) dari kaca mata pelaku industri otomotif nampak semangat menggebu dari sejumlah prinsipal mobil. Empat agen tunggal pemegang merek (ATPM) berlomba merilis
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 19 September 2013  |  10:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Melirik program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car/LCGC) dari kaca mata pelaku industri otomotif nampak semangat menggebu dari sejumlah prinsipal mobil. Empat agen tunggal pemegang merek (ATPM) berlomba merilis mobil terbaru selama kurang dari 2 pekan terakhir.

Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, dan Datsun GO+ siap berebut "kue" LCGC. Ibarat toko kue, ATPM melihat banyak varian lezat nan menggiurkan di etalase industri otomotif Indonesia. Selayaknya makanan baru pastinya mengundang keingintahuan besar untuk mencicip, demikianlah "kue" mobil murah.

"Saya rasa [terhadap persaingan segmen LCGC] jawabannya, positif. Dengan adanya pemain lain kita terdorong untuk menjadi lebih baik," kata Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo kepada Bisnis, Kamis (19/9/2013).

Toyota bersama kompetitor sedarah dari keluarga Astra, Daihatsu, meluncurkan mobil murah pada 9 September 2013 di lokasi berbeda. Mengingat keduanya adalah yang pertama kali merilis produk LCGC maka sebutlah mereka pionir.

Dua hari berselang, PT Honda Prospect Motor (HPM) meluncurkan New Brio Satya. Selanjutnya pada Selasa (17/9/2013), PT Nissan Motor Indonesia (NIM) menjadi ATPM terakhir yang mencocol "kue" mobil murah, Datsun GO+ bisa dibeli mulai 2014.

"Tak masalah kami disebut follower. Itulah kompetisi, konsumen yang akhirnya menentukan. Kalau ternyata mobil si follower yang lebih banyak dipilih, why not?" ucap Indriani Hadiwidjaja, General Marketing & Communication PT Nissan Motor Indonesia.

Namanya juga harga terjangkau, jangan berharap ada keunggulan luar biasa dari model-model yang ada. Setidaknya fitur yang tersedia cukup bagi ATPM meyakinkan bahwa produk mereka mampu memenuhi keinginan konsumen terutama mereka yang pertama kali membeli mobil.

Dapur pacu mesin misalnya, Toyota Agya dan Daihatsu Ayla berkapasitas 1.000 cc 3 silinder 12 valve DOHC fuel injection dengan tenaga maksimal 65 PS pada 6.000 rpm dan torsi puncak 8,8 kgm pada 3.600.

Mesin Honda Brio Satya lebih besar, yakni 1.200 cc 4 silinder 16 valve i-VTEC SOHC bertenaga terbesar 88 PS pada 6.200 rpm dan torsi maksimal 11,1 kgm pada 4.500. Sedangkan Datsun GO+ mesinnya 1.200 cc 3 silinder yang menghasilkan tenaga 68 PS dengan torsi puncak 10,6 kgm.

Setiap agen pemegang merek tentu akan menjagokan produk masing-masing. Sejauh ini, mereka mengaku tak khawatir dengan persaingan yang ada. Semakin banyak produk tersedia justru konsumen memiliki pilihan lebih beragam.

Rahmat Samulo mengaku optimitis lantaran TAM bukan cuma menjual barang tapi juga menyajikan layanan purnajual menyeluruh hingga jaminan ketersediaan suku cadang. "Strategi pemasaran kami adalah dengan hadir tak hanya di kota besar. Diler resmi kami sebarannya lengkap sampai ke daerah-daerah," ucapnya.

Direktur Marketing dan Purnajual HPM Jonfis Fandy mengaku tak gentar kepada persaingan meski Honda baru pertama kali menjajaki bisnis mobil harga terjangkau. Target pasar LCGC adalah mereka yang baru pertama kali membeli mobil (entry level). "Semakin banyak pilihan untuk konsumen akan semakin bagus," tuturnya.

Sedangkan bagi Indriani Hadiwidjaja tak ada yang perlu dikhawatirkan dari kompetisi karena potensi pasar Indonesia untuk LCGC ke depan sangat besar. "Tingkat kepemilikan mobil di sini masih rendah. Di Brazil dari 1000 penduduk ada 200 yang punya mobil, di Indonesia baru 45 orang. Potensinya masih banyak," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iims LCGC
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top