Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Ilustrasi penjualan mobil di pameran. - JIBI - Dedi Gunawan
Premium

PPnBM Nol Persen, Kebijakan yang Diintai Kesiapan Rantai Pasokan

05 Maret 2021 | 18:45 WIB
Membuat deru mesin pabrik mobil kembali nyaring di tengah pandemi Covid-19 tidak semudah menurunkan harga jual.

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah boleh saja punya cita-cita menyelamatkan industri otomotif dari keterpurukan melalui kebijakan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang membuat harga mobil tertentu turun. Namun dalam penerapannya, ternyata membuat deru mesin pabrik mobil kembali nyaring di tengah pandemi Covid-19 tidak semudah memangkas harga jual.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan pemerintah menyetujui memberikan suntikan tenaga tambahan kepada industri otomotif agar mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. Dalam keterangan pers, Airlangga mengatakan bahwa setiap pembelian mobil baru akan bebas dari PPnBM mulai Maret hingga Mei 2021.

Kemudian secara bertahap insentif PPnBM akan direlaksasi menjadi 50 persen pada Juni—Agustus 2021 dan 25 persen September—November 2021. Kebijakan ini akan dievaluasi setiap tiga bulan. 

Airlangga juga menyatakan bahwa insentif pajak barang mewah tersebut berlaku untuk kendaraan penumpang 4x2, termasuk sedan, berkubikasi mesin kurang dari 1.500cc dan diproduksi di dalam negeri dengan penggunaan komponen lokal sebesar 70 persen. Atau dengan kata lain, insentif ini menyasar mobil penumpang yang menguasai hampir separuh pasar otomotif Tanah Air.

Menko Perekonomian juga mengatakan bahwa kontribusi sektor otomotif terhadap PDB cukup besar, yakni 19,88 persen. Kemudian, saat ini ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp99,17 triliun.

Secara keseluruhan mereka memiliki kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun. Sektor ini menyerap tenaga kerja langsung sebesar 38.390 orang dan melibatkan 1,5 juta orang pada sepanjang rantai pasokan industri tersebut.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top