Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Model memperagakan cara sistem pengisian listrik ke mobil di booth Mercedes-Benz di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di Tangerang, Banten, Jumat (19/7/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Lihat Foto
Premium

Menyambut Investasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Perkembangan kendaraan listrik membuka peluang masuknya investasi asing dalam produksi baterai Electric Vehicle (EV) di Indonesia.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com
12 Desember 2019 | 18:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembangan kendaraan listrik oleh Pemerintah Indonesia turut membuka pintu ketertarikan sejumlah perusahaan Jepang dan Korea Selatan untuk membangun pabrik baterai.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan sejumlah korporasi Jepang dan Korea Selatan (Korsel) berminat membangun pabrik baterai kendaraan terelektifikasi. Namun, mereka masih menunggu penyelesaian omnibus law.

“Ada beberapa perusahaan dari Korsel dan Jepang yang ingin berinvestasi pada baterai EV [Electric Vehicle]. Mudah-mudahan dengan lahirnya omnibus law menjadi milestone percepatan industri di Indonesia,” paparnya, Selasa (10/12/2019).

Agus menyampaikan hal tersebut usai kunjungan kerja ke Tokyo dan Seoul pada 16–20 November 2019. Dalam kunjungannya, dia menemui sejumlah pabrikan kimia, seperti LG Chemical, SK Group, Lotte Chemical, Nippon Shokubai, hingga Nippon Steel Corporation.

Politisi partai Golkar yang juga mantan Menteri Sosial Agus Gumiwang melambaikan tangan saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019)./ANTARA FOTO-Puspa Perwitasari

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top