Menanti 'Perang Bintang' Mobil Segmen Premium

Pasar mobil merek premium di Tanah Air sulit melepas cengkeraman Mercedes-Benz dan BMW yang senantiasa meramaikan pasar dengan produk anyar. Bagaimana merek lain menyaingi supremasi dua merek Jerman tersebut di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019?
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  07:53 WIB
Menanti 'Perang Bintang' Mobil Segmen Premium
Segmen mobil premium di Indonesia menunjukkan kompetisi yang ketat selama beberapa tahun belakangan. - Bisnis/Husin Parapat

Bisnis.com, JAKARTA -- Pada 2015, volume penjualan merek premium yang tercatat dalam Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencapai 8.357 unit dari 11 merek. Setahun kemudian, volume itu hanya naik tipis menjadi 8.381 unit.

Hal ini menunjukkan bahwa meski kondisi perekonomian, terutama yang meliputi daya beli masyarakat dinilai melemah, minat pasar terhadap merek premium tidak goyah.

Pada saat yang bersamaan, merek premium Toyota Group yaitu Lexus mulai merangsek. Lexus, yang pada periode sebelum-sebelumnya hanya mencuil pasar sekitar ratusan unit setiap tahun, mulai memperlihatkan tajinya pada 2016 setelah angka penjualannya melejit hingga 1.040 unit.

Capaian tersebut bertahan hingga kini. Dengan ujung tombak seperti LX 570 dan varian Rx, Lexus tetap menggenggam 1.200 unit penjualan setiap tahunnya.

Logo Toyota./Reuters-Yuya Shino

Sayang, sejak 2017, Mercedes-Benz memutuskan tak lagi melaporkan data penjualan kepada Gaikindo. Sengketa data itu didasari oleh ketakutan Mercy melaporkan data yang bisa dikaitkan dengan dugaan kartel.

Berkali-kali Gaikindo memediasi Mercy dan anggota lainnya dengan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), tapi hasilnya nihil. Konsekuensi dari keengganan Mercy melaporkan data membuat pabrikan asal Jerman itu terpaksa hengkang dari Gaikindo.

Sejalan dengan kepergian Mercy, pasar segmen premium yang tercatat di Gaikindo berkurang. Dari kisaran 8.000 unit per tahun menjadi sekadar 4.700 unit.

Tentu, BMW Group, yang melibatkan merek premium MINI, serta Lexus mendominasi volume penjualan.

VP Corporate Communication BMW Group Indonesia Jodie O’tania mengungkapkan pasar merek premium terbilang tangguh. Berkaca capaian yang digapai BMW Group, dia menyebutkan setiap tahun terdapat pertumbuhan yang dipetik.

“BMW optimistis pasar kendaraan premium masih akan terus bertambah, terutama didukung oleh kondisi perekonomian yang diprediksi terus membaik,” ujar Jodie kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Bahkan, pada awal tahun ini saja, BMW Group mengklaim telah menggenggam pertumbuhan 10 persen dibandingkan capaian tahun lalu.

“Oleh karena itu, kami tetap optimistis dengan meluncurkan produk-produk baru di Tanah Air,” tegasnya.

Jagoan Premium
Menjelang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, beberapa merek premium telah menyingkap jagoannya untuk dipamerkan. Selain diramaikan dengan petarungan klasik antara Mercy dan BMW, terdapat rencana peluncuran dari Audi.

Selain itu, kabut misteri masih menyelimuti jajaran yang bakal dipajang Lexus. Mereka belum mengungkap detail produk ataupun varian anyar yang bakal bersolek di ICE BSD, Tangerang pada 18-28 Juli 2019.

Namun, ada beberapa dugaan yang mencuat setelah Lexus menghadirkan Multi Purpose Vehicle (MPV) bongsor sekaligus mewah di China, baru-baru ini.

Di sisi lain, dipastikan sedikitnya 25 merek mobil penumpang dan 11 merek mobil komersial akan bersolek di GIIAS 2019. Hampir seluruh anggota Gaikindo ikut serta dalam ajang tersebut, termasuk merek premium.

Merek-merek premium tersebut terdiri atas BMW, Audi, MINI, Lexus, dan Mercedes Benz. Sayang, merek premium lainnya yaitu Jeep, Land Rover, Jaguar, serta Porsche yang memiliki basis penggemar tersendiri, belum menyatakan kesediaan mengikuti pameran.

Audi Q8 menawarkan kombinasi terbaik antara keistimewaan sebuah SUV mewah 4-pintu dengan kepraktisan sebuah SUV berdimensi besar./Audi.com

Dari kabar yang dihimpun, medan pertempuran merek premium bakal terjadi di produk Sport Utility Vehicle (SUV). Sebut saja produk anyar Audi Q8 serta kehadiran Mercy GLE dan BMW seri X.

Audi Q8 telah lebih dulu meluncur di pasar AS. Produk ini merupakan jajaran SUV dari Audi, merek premium keluarga besar Volkswagen. Di AS, mobil tersebut dibanderol mulai dari US$68.395, untuk model standar.

Q8 berkapasitas lima penumpang, setidaknya berbodi lebih bongsor dibandingkan model “sedan buntung”. Produk anyar ini pun akan bertempur sengit dengan pesaing terdekat, seperti BMW X6 dan Mercy GLE.

Menggendong mesin V-6 berkapasitas 3.000 cc, Q6 menyimpan kekuatan hingga 335 hp. Lebih canggih lagi, produk Audi yang satu ini menggunakan delapan percepatan.

Dari tampilan, Q8 menampakkan perwajahan gagah dengan balutan desain yang sangar. Untuk menerjang medan berat, Q8 mempunyai jarak bodi dan tanah atau ground clearance yang cukup tinggi.

BMW juga tetap mengibarkan bendera perang bagi tiap penantang segmen premium. Setelah memamerkan BMW 3 Series G20 di Thailand dan Malaysia, kini produk tersebut bakal nongkrong di ICE BSD.

Produk yang kali pertama meluncur pada Paris Motor Show 2018 itu menawarkan konsep yang lebih sporty dari pendahulunya. Elegan tapi gahar.

Dari kap mesin, BMW seri ini masih menggendong mesin empat silinder, B48B20. Tenaga puncak mobil tersebut mencapai 184 PS pada 5.000-6.500 rom dengan torsi 300 Nm antara 1.350-4.000 rpm.

Adapun rival BMW, Mercy, kembali mengeluarkan produk unggulan di pasar SUV. Produk bertajuk 2020 Mercedes Benz GLE 450 SUV itu akan meluncur ke pasar pada musim semi tahun ini.

Logo Mercedes-Benz./Reuters

Terdapat sejumlah keunggulan baru yang ditawarkan pada model All New GLE ini dengan memadukan teknologi canggih dan desain yang mewah.

Dari sisi dapur pacu, kendaraan ini ditenagai mesin enam silinder 3.000 cc yang menghasilkan 362 tenaga kuda dan torsi 396 lb-ft dengan waktu sprint 0-60 mph dalam kurun 5,5 detik.

Di sisi lain, terkait jagoan anyar masing-masing merek premium, terdapat tren yang seolah kian jelas, yakni perang produk di kelas SUV premium. Hal ini pun diiyakan Jodie.

Sejauh ini, menurutnya, dari kinerja penjualan BMW di Tanah Air, produk SUV premium memperoleh pasar yang cukup besar.

“Dari total penjualan kami, BMW X1 mengalami pertumbuhan pesat,” tukas Jodie.

Terlepas dari persaingan kelas SUV tersebut, dia mengaku BMW akan memboyong sedikitnya 20 model meramaikan ajang GIIAS 2018.

“Selain Seri 3, kami akan membawa kendaraan edisi spesial dalam jumlah terbatas dan kendaraan listrik,” jelas Jodie.

MPV Premium Lexus
Tak seperti lainnya, Lexus memang belum memberikan detail informasi terkait produk yang akan diboyong di GIIAS 2019. Namun, publik menanti akankah produsen mobil premium asal Jepang itu memperkenalkan MPV super Lexus LM?

Pada gelaran Shanghai Motor Show lalu, Lexus menampilkan mobil penumpang supermewah yang sekilas kembar dengan Alphard. Lexus pun mengutarakan akan memasarkan produk tersebut tak hanya di China, melainkan pula beberapa negara Asia.

Tampilan Lexus LM yang dipamerkan di Shanghai Motor Show 2019./Istimewa

Pada produk tersebut, Lexus memperkenalkan konsep kabin Royal Lounge sebagai versi standar. Lewat sematan teknologi canggih, penumpang akan dimanjakan dengan sajian layar video 26 inci serta konsol yang elegan dan mewah.

Ada pula sarana hiburan berupa audio premium Mark Levinson, suhu penyejuk kabin, serta posisi kursi dan fitur relaksasi. Lexus menawarkan opsi 2-5 kursi penumpang.

Tersedia dua pilihan, Lexus LM 350 dan LM 300h dengan dua pilihan penggerak, roda depan atau empat roda AWD. LM 350 menggendong mesin bensin V6 3,5 liter. Sementara itu, versi hybrid membawa mesin 4-silinder 2,5 liter Atkinson.

Dengan sederet merek premium yang bakal tampil di GIIAS 2019, kira-kira mana yang akan memenangkan "perang bintang" ini?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
fokus, GIIAS 2019

Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top