Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan mengamati mobil hybrid dan mobil listrik sebelum prosesi penyerahan kepada pemerintah Indonesia di Jakarta, Senin (26/2/2018). Mitsubishi Motors memberikan 8 unit Mitsubishi Outlander PHEV model SUV plug-in Hybrid, 2 unit mobil listrik i-MiEV dan 4 unit quick charger kepada Pemerintah Indonesia. - JIBI/Nurul Hidayat
Premium

Pajak Kendaraan Ramah Lingkungan dan Keberlanjutan IKM Otomotif

15 Maret 2019 | 08:01 WIB
Rencana perubahan skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan diyakini bakal berdampak terhadap perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) yang memproduksi suku cadang kendaraan bermotor.

Bisnis.com, JAKARTA -- Usul harmonisasi pajak penjualan barang mewah yang sudah disampaikan pemerintah diperkirakan turut berdampak pada tumbuhnya produksi dan penjualan kendaraan bermotor rendah emisi alias Low Carbon Emission Vehicle.

Kenaikan produksi dan penjualan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) akan berdampak pada keberadaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang selama ini memasok komponen-komponen kendaraan beremisi tinggi.

Dalam usulannya, pemerintah ingin ada perubahan skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), dengan tidak lagi menjadikan kapasitas mesin sebagai pembeda pajak kendaraan bermotor. Nantinya, besar atau kecilnya emisi kendaraan lah yang akan menentukan tarif PPnBM.

Pemerintah juga menyiapkan insentif untuk menggenjot produksi dan penjualan model Kendaraan Bermotor Hemat Bahan Bakar (KBH2). Seluruh usul itu ditargetkan berjalan pada 2021.

Jika skema PPnBM baru sudah diterapkan, maka harga jual KBH2 akan lebih rendah dibanding kendaraan konvensional. Lambat laun, masyarakat juga diyakini bakal lebih memilih membeli KBH2 dibanding mobil atau motor konvensional.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top