Tekan Biaya Operasional Kendaraan, Isuzu Andalkan Mimamori

Penggunaan Mimamori memiliki sejumlah keuntungan seperti efisiensi bahan bakar serta mampu memprediksi kerusakan komponen kendaraan.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  18:30 WIB
Tekan Biaya Operasional Kendaraan, Isuzu Andalkan Mimamori
Isuzu Giga, truk medium berteknologi Commonrail yang dilengkapi dengan flet management sistem Mimamori. - Foto ISUZU/ASTRA

Bisnis.com, JAKARTA – Isuzu terus memacu peningkatan penggunaan Mimamori, sistem manajemen armada kendaraan Isuzu Giga. Sejauh ini, pengguna Mimamori banyak berasal dari perusahaan logistik karena mampu membantu menekan biaya operasional kendaraan.

Jap Ernando Demily, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengatakan lebih dari 100 perusahaan telah menggunakan Mimamori karena membantu menekan biaya operasional armada kendaraan.

Penggunaan Mimamori, katanya, memiliki sejumlah keuntungan seperti efisiensi bahan bakar, mampu memprediksi kerusakan komponen sehingga bisa diganti sebelum terjadi kerusakan, hingga memberikan petunjuk mengemudi yang baik bagi para pengemudi.

"Untuk berapa yang bisa dihemat sangat bervariatif, karena berbeda satu konsumen dengan yang lain. Selain itu ada pengaruh jalan, muatan hingga material karoseri," ujarnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

Ernando menjelaskan Mimamori dapat disebut sebagai otak kendaraan yang membantu perusahaan untuk mengoperasikan armada secara efisien. IAMI juga terus mengedukasi konsumen dan pengemudi melalui berbagai kegiatan eco driving dan ajang kompetisi Mimamori.

Dia mengatakan IAMI juga mengembangkan layanan Business to Business (BtoB) untuk memasarkan produk kendaraan komersial dan menjamin layanan purnajual bagi konsumen fleet. Salah satu layanan untuk B2B ialah mengunjungi konsumen dan memberikan konsultasi penggunaan dan perawatan kendaraan Isuzu.

“Pengusaha kan pikirnya enggak cuma kepelikan kendaraan. Kalau truk bisa 10 tahun, kadang 15 tahun sampai 20 tahun. Nah, bagaimana truk ini bisa terus produktif,” ujarnya.

Sejauh ini, Isuzu tercatat memasarkan dua produk untuk pasar truk yakni Elf pada truk ringan dan Giga pada segmen truk medium dan berat. Penjualan truk Isuzu pada tahun ini sedikit melambat sejalan dengan perlambatan pasar domestik.

Penjualan retail Elf pada Januari-Oktober 2019 tercatat sebanyak 10.840 unit, melambat 7,8% ketimbang periode yang sama 2018. Setali tiga uang, penjualan Giga juga tertekan dengan raihan penjualan retail sebanyak 3.450 unit pada 10 bulan pertama 2019, sementara pada periode yang sama 208 sebanyak 4.212 unit.

“Giga tahun ini market-nya turun signifikan. Giga kalau ekonomi membaik, dia naik duluan. Tapi begitu ekonomi turun, pasti turun duluan. Kalau Giga jualannya mulai naik, pasti akan disusul oleh Elf, light truck, pick up,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
isuzu

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top