Komnas Dewan UKM Indonesia Siap Distribusikan 1.000 Unit Pikap Esemka Bima

PT Unisat Oto Internasional, agen pemegang merek (APM) PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), bekerja sama dengan Komnas Dewan UKM Indonesia untuk memasarkan sedikitnya 1.000 unit mobil Esemka Bima.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 30 September 2019  |  07:21 WIB
Komnas Dewan UKM Indonesia Siap Distribusikan 1.000 Unit Pikap Esemka Bima
Mobil Esemka di pabriknya, PT Solo Manufaktur Kreasi di Boyolali Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). JIBI/Bisnis - Chamdan Purwoko

Bisnis.com, JAKARTA – PT Unisat Oto Internasional, agen pemegang merek (APM) PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka), bekerja sama dengan Komnas Dewan UKM Indonesia untuk memasarkan sedikitnya 1.000 unit mobil Esemka Bima. Sebanyak 200 unit sudah dipesan pada tahap awal.

Ketua Umum Komnas Dewan UKM Indonesia Irwan Wijaya mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 13.000 pelaku UKM yang masih membutuhkan kendaraan niaga. Mobil pikap Esemka Bima menurutnya dapat memenuhi kebutuhan itu karena menawarkan harga yang relatif lebih murah.

Anggota Dewan UKM Indonesia akan mendapatkan tawaran harga spesial untuk pembelian pikap Esemka Bima 1.2 L dengan skema subsidi. Harga mobil yang sebelumnya dibanderol sekitar Rp112 juta—Rp114 juta (on the road) itu, disubsidi menjadi sekitar Rp99 juta per unit.

“Selisihnya [harga] itu akan kami subsidi. Jadi khusus untuk anggota Dewan UKM kami beri harga khusus. Kalau anggota yang sudah kami verifikasi sesuai kebutuhan itu ada sekitar 13.000 untuk sementara, ini yang butuh mobil, artinya yang usahanya perlu ditunjang dengan mobil,” katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dia mengklaim saat ini sudah ada beberapa anggota Dewan UKM Indonesia yang memesan pikap Esemka Bima. Pada bulan ini saja, pihaknya meminta Unisat untuk menyiapkan sedikitnya 200 unit pikap. Hingga akhir tahun ini dia memproyeksikan kerja sama ini akan menyerap sedikitnya 1.000 unit pikap produkan Esemka.

“Banyak yang sudah pesan, kami minta paling tidak disiapkan 200 unit bulan ini untuk anggota yang sudah siap untuk pesan. Perkembangannya masih sangat dinamis, kami terus lakukan sosilasasi kepada anggota, sampai dengan akhir tahun ini itu mungkin sekitar 1.000 unit,” katanya.

Selain menawarkan program subsidi, Dewan UKM Indonesia akan memiliki model Bima khusus yang didesain untuk kebutuhan anggota dengan nama Mobil Usaha Rakyat. Pikap itu akan dimodifikasi menjadi mobil warung dan ditargetkan dapat beroperasi di jalan pada awal 2020.

Dia meyakini bahwa mobil itu akan diterima dengan baik oleh para anggotanya karena memiliki spesifikasi yang cukup bersaingan dengan produk lain di pasar. Model Bima 1.2 L memiliki mesin berkonfigurasi 1.2 liter E-Power 14 DOHC yang mampu menyemburkan tenaga 96,5 daya kuda dengan torsi 119 Nm.

Irwan mengatakan Dewan UKM Indonesia juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Unisat untuk mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) produk Esemka yang sekarang mencapai sekitar 60%.

“Walaupun belum menjadi mobil nasional, belum full komponen dalam negeri, dewan ukm diberikan kesempatan untuk memberikan produk-produk komponen mobil untuk digunakan di esemka, jadi kami dorong Esemka juga untuk mengurangi komponen impornya,” katanya.

Sejumlah anggota Dewan UKM Indonesia saat ini telah memproduksi komponen mobil yang biasa disuplai kepada pabrikan otomotif raksasa di Indonesia. Dia meyakini, mereka dapat memenuhi kebutuhan Esemka dengan standar dan spesifikasi yang diminta.

“Nanti kami akan ambilkan spesifikasi yang dibutuhkan dan kami tawarkan ke Esemka, dan mereka sudah sudah setuju, dan bahkan disampakan tadi bahwa apabila ada industri kecil yang bisa membuat komponen yang dibutuhkan oleh Esemka akan diberikan kesempatan untuk membuat pabrik di samping pabrik Esemka.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Esemka

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top