Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Otomotif Terus Tambah Investasi

Sejumlah pelaku industri otomotif berkomitmen untuk menambah investasi.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 30 Juli 2019  |  19:38 WIB
Robot pekerja tengah menyelesaikan proses produksi kendaraan bermotor. - Reuters
Robot pekerja tengah menyelesaikan proses produksi kendaraan bermotor. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah pelaku industri otomotif berkomitmen untuk menambah investasi untuk menanggapi perkembangan pasar.

Penambahan kapasitas pabrik dan merakit kendaraan dalam negeri menjadi salah satu pilihan untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

Pada paruh pertama 2019, beberapa merek yang menyatakan telah dan akan berinvestasi antara lain Wuling, Volkswagen, Toyota, dan Mitsubishi Motors.

Wuling telah menegaskan akan terus menambah investasi guna mengembangkan jaringan dealer, supplier dan pengembangan produk hingga ekspor.

"Indonesia pasar yang penting bagi kami, ada teknisi khusus untuk riset produk yang cocok buat pasar Indonesia," ujar Cindy Cai Vice President Wuling Motors belum lama ini.

Cindy tidak menyebutkan secara pasti besaran investasi yang digelontorkan Wuling. Namun, Kementerian Perindustrian menyebutkan pabrikan China itu mengeluarkan Rp9 triliun guna memperkuat bagian pengembangan dan riset.

Pada tahun ini, Wuling termasuk salah satu produsen otomotif yang aktif membuka jaringan dealer, menghadirkan varian produk baru dan berencana melakukan ekspor Almaz pada kuartal IV/2019. Hingga akhir tahun, Wuling menargetkan memilih 120 dealer.

Merek lainnya yang telah merealisasikan investasi ialah Volkswagen yang mengeluarkan 4 juta euro untuk merakit model Tiguan di dalam negeri. Model sport utility vehicle (SUV) rakitan dalam negeri itu telah mulai dipasarkan pada GIIAS 2019.

Jonas Cendana, National Sales Manager Garuda Mataram Motor (GMM) sebagai agen pemegang merek Volkswagen (VW), mengatakan Tiguan akan menjadi salah satu produk yang diandalkan untuk membantu penjualan VW. Perakitan kendaraan di dalam negeri membuat produk Jerman itu lebih kompetitif di pasar SUV.

“Kami rakit di Cikampek, punya sendiri [perakitannya], makanya harganya [Tiguan] cukup kompetitif di bawah Rp600 juta,” ujarnya kepada Bisnis baru-baru ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top