Pasar Pikap Turun, Produsen Siapkan Stimulus

Kendati pasar pikap menurun, pelaku otomotif optimistis pasar akan tumbuh karena sejumlah faktor seperti kehadiran infrastruktur jalan, harga komoditas yang stabil, hingga produk pikap baru.
Thomas Mola | 26 April 2019 05:53 WIB
Peluncuran Suzuki New Carry di ajang IIMS 2019, Kamis (25/4/2019). - Thomas Mola

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati pasar pikap menurun, pelaku otomotif optimistis pasar akan tumbuh karena sejumlah faktor seperti kehadiran infrastruktur jalan, harga komoditas yang stabil, hingga produk pikap baru.

Produsen juga menstimulus pasar melalui beragam promosi menarik serta keringanan cicilan atau uang muka.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat sepanjang 3 bulan pertama 2019, pengiriman pikap ke diler (wholesales) sebanyak 32.935 unit, turun 13,02% dibandingkan periode yang sama 2018. Perlambatan penjualan dialami hampir semua produsen.

4W Deputy Managing Director Suzuki Indomobil Sales (SIS) Setiawan Surya mengatakan, penurunan penjualan Suzuki lebih disebabkan oleh terbatasnya pasokan ke diler karena Carry dan Mega Carry yang berhenti produksi.

"Kami kesulitan supply makanya turun karena discontinued," ujarnya di sela-sela IIMS 2019 di Jakarta, Kamis (24/4/2019).

Pada pembukaan IIMS 2019, Suzuki memperkenalkan New Carry untuk mengganti Carry dan Mega Carry pada segmen pikap. Harga yang ditawarkan yakni mulai Rp135,6 juta hingga Rp145,1 juta diklaim sangat kompetitif untuk pasar saat ini.

 New Carry menggunakan mesin K15B yang merupakan keluarga mesin Ertiga yang dirancang sedemikian rupa untuk model komesial ringan.

Guna merangsang pasar, SIS menawarkan gratis dua kali cicilan dan hadiah motor Suzuki Next untuk pembelian New Carry. Selain itu, Suzuki juga menawarkan cicilan yang ringan untuk pembelian New Carry.

4W Sales Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Makmur optimistis New Carry sebagai pengganti dua model sebelumnya akan mampu mengangkat penjualan pikap Suzuki sekaligus mempertahankan penguasaan pasar pikap.

Pasalnya, model world premiere tersebut merupakan kombinasi kedua model sebelumnya tetapi dengan harga yang sedikit lebih rendah dari Mega Carry.

"Carry dan Mega Carry langsung setop, gantinya ini [New Carry]. Pasti bisa angkat penjualan karena mobilnya perpaduan kedua model tersebut dan harga lebih murah dari Mega Carry," tambahnya.

Makmur menjelaskan, kendati pasar pikap turun pada kuartal I/2019, Suzuki tetap mampu mempertahankan pangsa pasar. Pada 2017 pangsa pasar pikap Suzuki sebesar 45%, kemudian naik menjadi 49% pada 2018 dan 50% pada 3 bulan pertama 2019.

Menurutnya, pasar pikap tidak terlalu dipengaruhi oleh peristiwa tertentu karena pikap merupakan kendaraan untuk bisnis. Kehadiran New Carry akan mengangkat penjualan dengan target 5.000 unit per bulan.

"Arahnya sekitar 40% untuk total penjualan Suzuki, sisanya 60% dari kendaraan penumpang seperti Ertiga, Baleno, Ignis dan lainnya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top