Meski Permintaan Rendah, Produksi Kendaraan Listrik Terus Dipacu

Permintaan kendaraan berbahan bakar listrik tergolong masih rendah, salah satunya di pasar Amerika Serikat.
Mutiara Nabila | 20 April 2019 13:21 WIB
Kendaraan listrik sedang mengisi tenaga. - IEA

Bisnis.com, JAKARTA – Permintaan kendaraan berbahan bakar listrik tergolong masih rendah, salah satunya di pasar Amerika Serikat.

Kendati demikian, masih banyak perusahaan yang terus mendorong pembuatan kendaraan listrik dengan investasi bernilai miliaran dolar AS.

Kebanyakan perusahaan otomotif mendorong penjualan kendaraan listriknya dengan beragam model baru dan terus melakuakn perbaikan mengingat ketatnya persyaratan kendaraan listrik secara global.

Tahun lalu, penjualan kendaraan listrik dan hibrid hanya 2% di AS dengan sepertiganya berasal dari perusahaan Tesla Inc.

Selain itu, berdasarkan International Energy Agency, AS menjadi negara yang menduduki peringkat ketujuh dalam penjualan kendaraan listrik.

Analis di Autotrader Michelle Krebs memperkirakan bahwa penjualan kendaraan listrik masih akan tetap rendah hingga adanya infrastruktur pengisian daya, harganya yang lebih terjangkau, dan kemampuan bertahan baterai kendaraan listrik makin baik.

“Jalannya masih panjang. Sekarang penjualan kendaraan listrik melonjak umumnya karena ada pembelian dari pemerintah” ungkap Krebs, dikutip dari Reuters, Sabtu (20/4).

Di New York, sejumlah industri menyebutkan penjualan kendaraan listrik masih sulit, terutama karena harga bahan bakar yang rendah, kurangnya edukasi ke konsumen, nilai residu lebih rendah, dan biaya uang muka yang lebih tinggi karena harus beli sepaket dengan baterai dan kebanyakan orang masih khawatir soal infrastruktur pengisi daya.

Namun, umumnya perusahaan pembuat kendaraan listrik menarik pembeli dengan mengeluarkan model yang lebih sporty dan dengan menyajikan lebih banyak kemudahan dalam hal pengisian daya dibandingkan dengan kendaraan listrik lainnya yang umumnya berbentuk mobil kecil.

Unit Genesis besutan Hyundai Motor Co. salah satunya, memperlihatkan mobil listrik, bertajuk Mint, yang mampu mencapai 200 mil dengan muatan daya penuh dan pengisian cepat.

Sedangkan, perusahaan Kia meluncurkan konsep crossover dengan pintu sayap kupu-kupu yang disebut HabaNiro.

Tak kalah, Daimler AG menelurkan kendaraan SUV Mercedes-Benz baru bernama EQC Edition 1886 yang akan dijual tahun depan.

“Kami masih memiliki banyak model kendaraan listrik lainnya yang akan datang dalam beberapa tahun mendatang," kata Dietmar Exler, Kepala Mercedes-Benz USA.

Kemudian, Jaguar Land Rover juga mulai menjual kendaraan listriknya bertajuk Jaguar I-PACE pada akhir 2018 di AS dan sudah terjual 200 unit per bulan.

“Waktunya masih panjang sekali kalau mau sampai ada pembelian secara masal,” jelas Joe Eberhardt, Kepala Jaguar Land Rover di Amerika Utara.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mobil listrik, Kendaraan Listrik

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top
Tutup