Edukasi Pasar, Viar Sewakan Sepada Motor Listrik

PT Triangle Motorindo, produsen sepeda motor listrik Viar Q1, mengadakan program rental kendaraan sepeda motor listrik guna meyakinkan masyarakat untuk menggunakannya dan meningkatkan penjualan perusahaan.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 08 Desember 2018  |  02:00 WIB
Edukasi Pasar, Viar Sewakan Sepada Motor Listrik
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri Arcandra Tahar (kanan) mengendarai motor listrik Viar Q1, di halaman gedung Heritage Kementerian ESDM Jakarta, Senin (30/10). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Triangle Motorindo, produsen sepeda motor listrik Viar Q1, mengadakan program rental kendaraan sepeda motor listrik guna meyakinkan masyarakat untuk menggunakannya dan meningkatkan penjualan perusahaan.

Frengky Osmond, Marketing Communication PT Triangle Motorindo, mengungkapkan program rental kendaraan sepeda motor listrik diadakan oleh perusahaan lantaran masih banyak masyarakat yang ragu untuk membeli kendaraan roda dua tanpa mesin pembakaran internal tersebut.

“Strategi kalau masih ada orang yang ragu untuk memakai sepeda motor listrik kan bisa rental dulu. Nanti setelahnya kalau mau beli kan bisa,” kata Frengky kepada Bisnis, Kamis (6/12/2018).

Dia menjelaskan, saat ini program sewa kendaraan listrik tersebut baru diadakan di Jakarta. Perusahaan menargetkan dapat mengadakan program serupa di beberapa kota seperti Bandung, Yogyakarta, dan Bali.

Program sewa sepeda motor listrik harian yang dilakukan perusahaan, lanjutnya tidak memiliki batasan rentang waktu, dan akan berjalan terus sebagai bagian dari promosi.

Saat ini, dia menuturkan, perusahaan menyediakan 10 unit sepeda motor listrik, dan akan meningkat menjadi 20 unit secara bertahap dalam program sewa per hari tersebut. Peningkatan jumlah unit tersebut menunggu surat tanda nomor kendaraan (STNK) keluar.

Saat ini, perusahaan belum memiliki target penjualan kendaraan roda dua listrik yang dijualnya dengan mengadakan program sewa harian tersebut. Perusahaan biasanya baru akan memasang target penjualan setelah menjalankan program selama satu bulan dan terlihat berhasil.

“[Target penjualan dengan program rental harian] Belum. Soalnya kan masih baru juga. Biasanya sebulan dari program kita membicarakan target,” katanya.

Dia menjelaskan, keraguan masyarakat dalam membeli kendaraan roda dua listrik merupakan pekerjaan rumah yang cukup besar bagi perusahaan. Alasan yang membuat mereka ragu masih sama dengan alasan-alasan lainya.

Pihaknya masih sering mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seputar keamanan konsumen ketika mengendarai motor listrik tersebut. “Jadi, misal, kalau saya pakai menyetrum atau tidak. Kalau kehujanan, listrik merembet atau tidak. Kalau banjir bagaimana. Pertanyaan klasik yang masih trending,” katanya.

Kendaraan sepeda motor listrik yang dijual perusahaan, ujarnya, sudah melalui Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perhubungan yang melakukan uji sebelum dijual oleh perusahaan ke konsumen.

Dia menuturkan, perusahaan terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dengan sepeda motor listrik, dan berharap seluruh pihak dalam industri otomotif juga melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa kendaraan ini aman dan memiliki standar pabrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Sepeda Motor Listrik

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top