Primacy 4 Ditargetkan Dongkrak Penjualan Ban Michelin. Ini Keunggulannya

Primacy 4 akan mulai dipasarkan di Indonesia pada bulan ini juga di distributor resmi Michelin se-Indonesia. Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari bandengan ring diameter 15-18 inci dengan harga banderol di kisaran Rp1 juta - Rp2 juta.
Yusran Yunus | 13 Juli 2018 19:05 WIB
President Director Michelin Indonesia Fritz Mueller (kanan) bersama Marketing Director PT.Michelin Indonesia, Putu Swaditya Yudha (kiri) memperlihatkan kepada media, produk ban terbaru Michelin, Primacy 4 di Jakarta, Jumat (13/7/2018) - ist

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen ban terkemuka di dunia, Michelin, menargetkan ban generasi terbarunya, Michelin Primacy 4, semakin memperluas penetrasi ban Michelin di Tanah Air terutama di segmen mobil penumpang (passenger car) termasuk sedan dengan 1.500 cc ke atas.

PT.Michelin Indonesia meluncurkan ban Primacy generasi terbaru tersebut di Indonesia pada hari ini, Jumat (13/7/2018) dengan mengusung tagline "Aman Saat Baru, Aman Hingga Akhir".

"Ban baru ini memang menjadi produk andalan kami dan ditargetkan bisa mendongkrak penjualan ban kami di Tanah Air karena akan menjadi pilihan utama konsumen pengguna mobil penumpang dan sedan," kata Marketing Director PT.Michelin Indonesia, Putu Swaditya Yudha, kepada Bisnis di sela-sela acara peluncuran Michelin Primacy 4 di Hotel Pullman Jakarta.

Primacy 4 akan mulai dipasarkan di Indonesia pada bulan ini juga di distributor resmi Michelin se-Indonesia. Tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari ban dengan ring diameter 15-18 inci dengan harga banderol di kisaran Rp1 juta - Rp2 juta.

Sejumlah kendaraan yang direkomendasikan menggunakan ban ini antara lain Toyota Camry, Honda Accord, BMW seri 3 dan 5, Mercedes E Class dan C Class, serta beberapa kendaraan sedan lain seperti Honda Civic, Totoya Corolla, dan Honda Jazz.

Putu mengklaim ban terbaru Michelin ini mampu mengatasi dua masalah utama mobilitas konsumen di Indonesia, yakni keselamatan ketika melintasi permukaan jalan basah serta kenyamanan berkendara saat kondisi jalan yang kurang baik.

“Keberlanjutan produk menjadi strategi utama Michelin. Karena itu, kami terus berkomitmen dalam menjaga kualitas produk kami seraya menjaga kelestarian lingkungan sepanjang siklus hidup ban,” ujarnya.

President Director Michelin Indonesia Fritz Mueller mengatakan, kehadiran Primacy 4 di Indonesia sebagai bukti komitmen Michelin dalam mengedepankan keselamatan berkendara. Primacy 4 dirancang dengan performa daya cengkeram dan pengereman yang sangat tinggi, terutama pada kondisi permukaan jalan yang basah.

Ditambah lagi juga menawarkan tingkat kesenyapan yang memberikan kenyamanan dan pengalaman berkendara terbaik di kelasnya.Kemampuan daya cengkeram dan pengereman ban, terutama di jalan basah, sangat penting dalam menjamin keselamatan berkendara.

Namun seiring dengan pemakaian beberapa waktu atau setelah 50.000 kilometer, daya cengkeram dan kemampuan pengereman cenderung menurun.

"Jika dalam industri ini biasanya uji performa ban dilakukan pada saat baru. Sebaliknya Michelin selangkah lebih maju dibandingkan perusahaan lainnya dengan menguji ban dalam kondisi aus untuk membuktikan bahwa performa ban kami mampu bertahan melewati jarak tempuh dan waktu secara optimal,” ujar Fritz.

Primacy 4 hadir sebagai generasi terbaru dengan dua teknologi inovatif yang dikembangkan setidaknya selama 3 tahun.

Pertama, EverGrip™ Technology yang memiliki dua fitur utama yakni Pertama, alur ban baru yang memberikan ruang pembuangan air 50% lebih besar memungkinkan daya cengkeram lebih baik pada penggunaan di jalanan basah, sehingga menawarkan keamanan optimal bahkan pada saat kondisi ban aus.

Selain itu, senyawa karet berperforma tinggi generasi terbaru menyatukan senyawa karet dan silika lebih kuat serta merata sehingga memberikan pelepasan energi secara bersamaan saat bersentuhan dengan jalan. Hal ini memungkinkan daya pengereman lebih baik di lintasan basah, bahkan ketika ban aus.

Kedua, 2nd-Generation Silent Rib Technology yang menonjolkan fitur inter-locking bands meminimalisir perubahan pada tapak ban saat berputar.

Hal ini mengurangi efek pemompaan udara sehingga ban pun lebih senyap dan memberikan daya peredam kejut yang lebih baik terhadap rintangan di jalan sehingga berkendara akan lebih nyaman.

Tag : Ban Mobil
Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top