Produksi Baterai Mobil Listrik, Panasonic Amankan Pasokan Kobalt

Panasonic Corp hendak menggejot produksi baterai untuk mobil listrik. Satu upaya yang dilakukan adalah mengamankan pasokan kobalt, sebagai satu bahan baku utama.
Muhammad Khadafi | 25 Juni 2018 13:40 WIB
Baterai untuk kendaraan listrik diproduksi di pabrik Dongguan, China, 20 September 2017. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Panasonic Corp hendak menggejot produksi baterai untuk mobil listrik. Satu upaya yang dilakukan adalah mengamankan pasokan kobalt, sebagai satu bahan baku utama.

Perusahaan memiliki rencana untukmenggunakan 10.000 ton pada 2019—2020 dan hingga 25.000 ton per tahun pada awal 2020-an, demikian mengutip Reuters, Senin (25/6/2018).

Saat ini Panasonic adalah pemasok tunggal sel baterai untuk seluruh kendaraan Tesla, termasuk mobil listrik Model 3. Satu sumber mengatakan baterai bebas unsur kobalt akan terjadi, tapi masih beberapa tahun lagi. 

Kobalt adalah senyawa yang dapat menstabilkan dan memperpanjang umur baterai isi ulang lithium-ion. Bahan baku ini telah mengalami kenaikan harga menjadi sekitar US$40 per 0,45 kg, dari sebelumnya di bawah US$10 pada Desember 2015. 

“Itu 25.000 ton adalah angka yang jauh lebih besar dari yang diharapkan siapa pun. Saya menduga mereka sangat khawatir tentang pasokan kobal di masa depan, ”kata seorang sumber di produsen kobalt.

Sumber industri kobalt mengatakan: “Panasonic biasanya sangat berhati-hati dan konservatif tentang perkiraan mereka. Jumlah 25.000 ton adalah kejutan bagi kami.”

Adapun target Tesla adalah menghasilkan 5.000 Model 3 per minggu pada akhir Juni. Baterai Tesla menggunakan NCA atau lithium, nikel, kobalt dan formula aluminium, sedangkan produsen mobil lain memilih untuk menggunakan senyawa lithium, nikel, kobalt dan mangan (NCM).

Sementara itu pembuat mobil mempercepat rencana kendaraan listrik mereka termasuk grup Volkswagen, produsen mobil terbesar di Eropa, yang telah memilih mitra untuk menyediakan sel baterai dan teknologi terkait senilai sekitar US$23,3 miliar.

BMW AG berencana untuk membawa 25 model elektrifikasi ke pasar pada tahun 2025 dan akan meningkatkan pengeluaran penelitian dan pengembangan ke tingkat tertinggi sepanjang masa hingga 7 miliar euro tahun ini.

Konsultasi logam Roskill memperkirakan permintaan kobalt akan mencapai 310.000 ton pada 2027, di mana lebih dari 240.000 ton akan diserap oleh idunstri kendaraan listrik, laptop, dan telepon seluler. Roskill memperkirakan permintaan kobalt tahun lalu di kisaran 118.000 ton.

Kekhawatiran tentang kekurangan kobalt telah mendorong banyak orang untuk berusaha mengubah komposisi bagian katoda dari baterai NCM menjadi delapan bagian nikel, satu bagian kobalt dan satu bagian mangan. Mereka berusaha untuk mengurangi konsumsi kobalt, tetapi hingga saat ini belum berhasil.

Menurut konsultan Benchmark Minerals, pabrik-pabrik kecil di China sudah melakukan riset. Namun untuk diaplikasikan di sektor komersial masih akan memakan waktu beberapa tahun. 

 

Tag : Kendaraan Listrik
Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top