China Menuju Pasar Mobil Bekas Terbesar Di Dunia

Di Amerika, sekitar 39 juta unit mobil bekas dijual pada 2017, dibandingkan dengan 17 juta unit yang baru. Di China terjadi sebaliknya 29 juta unit mobil baru terjual, dan hanya 12 juta unit mobil bekas terjual.
Rinaldi Mohammad Azka | 13 Juni 2018 11:57 WIB
Karyawan sedang menunggu konsumen di samping deretan bursa mobil bekas di Jakarta, Minggu (4/2). Tren penjualan mobil bekas di 2018 diprediksi meningkat disebabkan peningkatan produksi produk baru yang beragam terutama segemen Low Cost Green Car (LCGC). - Bisnis.com/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Pertaruhan besar China terhadap pengembangan kendaraan energi baru terbarukan telah dimengerti dan mendapat perhatian dunia.

Tapi fenomena yang mulai terlihat sekarang sedang berlangsung, mungkin setidaknya sebagai konsekuensi bagi lingkungan dalam waktu dekat, China akhirnya masuk ke penjualan mobil bekas.

Pasar kendaraan bekas sampai saat ini belum diketahui di China. Di sebagian besar pasar, penjualan mobil bekas melebihi yang baru dengan margin yang lebar.

Di Amerika, sekitar 39 juta unit mobil bekas dijual pada 2017, dibandingkan dengan 17 juta unit yang baru. Di China terjadi sebaliknya 29 juta unit mobil baru terjual, dan hanya 12 juta unit mobil bekas terjual.

Hingga akhir tahun 2000-an, manufaktur berkualitas rendah membatasi masa pakai mobil buatan China, sementara calon pembeli barang bekas memiliki beberapa kriteria untuk menentukan kepemilikan kendaraan dan sejarah kecelakaan. Industri ini juga sangat terfragmentasi, dengan reputasi yang tidak begitu baik.

Pemerintah daerah di China cenderung memperburuk keadaan. Banyak yang melarang penjualan kendaraan bekas antarprovinsi sebagai alat untuk menopang pabrikan dan diler.

Pemerintah pusat, telah lama memandang curiga pada perdagangan mobil bekas sambil mendukung penjualan yang baru.

Kondisi ini mulai berubah, banyak mobil buatan China sekarang cocok atau melebihi standar kualitas global, sehingga dapat lebih tahan lama.

Pemerintah telah mulai mencabut pembatasan penjualan mobil bekas antarprovinsi, sementara konsumen menanggalkan cara pandang mereka dan mengakui bahwa mobil bekas memiliki nilai yang baik.

Sejak awal 2010, pada kenyataannya, penjualan mobil bekas telah berkembang jauh lebih cepat dari pada yang baru. Pada 2017, sektor mobil bekas tumbuh 19,3% dibandingkan dengan 3,2% untuk mobil baru.

Analis memperkirakan bahwa penjualan mobil bekas dapat mencapai 20 juta unit pada 2020, dan masih bertahun-tahun lagi untuk memenuhi rasio dua banding satu yang berlaku di AS. Dengan kata lain, China sedang dalam perjalanan untuk menjadi pasar barang bekas terbesar di dunia.

BISNIS MENJANJIKAN

Produsen seperti General Motors Co telah meluncurkan program kendaraan pra-kepemilikan yang bersertifikat, sementara layanan internet yang digunakan mobil berkembang biak.

Tahun lalu, China membeli 1,3 juta unit mobil bekas melalui platform online, yang menawarkan hal baru seperti perbandingan harga nasional, opsi pembiayaan, inspeksi kendaraan, dan setidaknya beberapa tingkat transparansi tentang sejarah mobil.

Investor pun bergairah, mereka menyalurkan lebih dari US$2,5 miliar ke sektor ini tahun lalu. Pada bulan Juni saja, platform online telah mengumpulkan setidaknya US$225 juta.

Perusahaan Uxin Ltd., salah satu dari platform tersebut, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka berharap dapat mengumpulkan USD500 juta dalam penawaran umum perdana yang akan datang.

Semua ini baik untuk konsumen untuk lingkungan. Manufaktur membuat sebanyak 35% emisi karbon seumur hidup kendaraan, yang berarti setiap pembeli yang memilih kendaraan bekas dari pada yang baru akan membantu memperlambat penumpukan gas rumah kaca.

Meskipun China mendorong konsumen untuk menggunakan mobil listrik, permintaan mobil bertenaga bensin tidak akan hilang dalam waktu dekat. Industri mobil bekas yang berkembang sejauh ini adalah cara yang paling efisien untuk mengurangi dampak karbon.

Pada saatnya, kombinasi bujukan pemerintah untuk berpindah ke mobil listrik dan pasar mobil bekas yang berkembang harus menciptakan siklus yang baik, sebagai transisi mobil energi baru untuk pemilik kedua dan ketiga dan mengurangi gas. Hal ini menunjukkan China akhirnya dapat menuju ke masa depan rendah karbon.

Sumber : bloomberg

Tag : china
Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top