Permintaan Jelang Lebaran Dorong Pertumbuhan Penjualan Sepeda Motor

Distribusi kendaraan roda dua sepanjang 5 bulan pertama tahun ini mencapai 2,63 juta unit atau tumbuh 13,21% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Yudi Supriyanto | 11 Juni 2018 16:51 WIB
Pengendara sepeda motor melintas di jembatan gantung Desa Sangkurio, Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu (4/10). - ANTARA/Akbar Tado

Bisnis.com, JAKARTA—Distribusi kendaraan roda dua sepanjang 5 bulan pertama tahun ini mencapai 2,63 juta unit atau tumbuh 13,21% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat jumlah penjualan ke diler kendaraan bermotor roda dua pada Januari—Mei 2018 dapat menjadi 2,63 juta unit setelah distribusi pada Mei 2018 mencapai 589.304 unit.

Dalam 5 bulan pertama tahun ini, Honda, Kawasaki, dan Yamaha tercatat melakukan distribusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, Suzuki dan TVS mencatatkan wholesales lebih rendah pada Januari—Mei 2018 dibandingkan dengan Januari—Mei 2017.

Sepeda motor Honda masih menjadi merek yang memberikan kontribusi terbesar dalam 5 bulan pertama tahun ini dalam daftar AISI. Kontribusi terbanyak kedua dimiliki oleh Yamaha. Peringkat berikutnya diduduki Kawasaki, Suzuki, dan TVS.

Sigit Kumala, Ketua Bidang Perdagangan AISI, mengatakan peningkatan distribusi sepeda motor yang dilakukan oleh para pelaku usaha sepeda motor dalam daftar AISI pada Januari—Mei 2018 disebabkan oleh pertumbuhan daya beli masyarakat, terutama menjelang Lebaran.

Menurutnya, daya beli masyarakat menjadi lebih baik lagi karena terdapat gaji ke 13 yang diberikan oleh pemerintah terhadap para pegawai negeri sipil. Kemudian, terdapat juga tunjangan hari raya (THR), dan harga hasil bumi yang lebih membaik.

“Pertumbuhan daya beli lebih baik, terutama menjelang Lebaran, karena ada gaji ke 13, ada THR, hasil bumi membaik harganya,” kata Sigit kepada Bisnis, pekan lalu.

Dia menjelaskan, pertumbuhan penjualan ke diler kendaraan roda dua seharusnya dapat berada pada kisaran 15% di pengujung tahun ini selama pemerintah dapat menjaga pertumbuhan ekonomi pada level 5,2%—5,3%.

Menurutnya, terdapat beberapa momen yang dapat menjadi pendorong masyarakat untuk melakukan pembelian sepeda motor setelah Lebaran, seperti panen raya seri kedua, perhelatan Asian Games 2018, IMF di Bali, dan sebagainya.

“[Pada akhir 2018] mestinya stabil sekitar 15% selama pemerintah dapat menjaga pertumbuhan ekonomi atau GDP di level 5,2%—5,3%,” katanya.

Dalam data AISI, pertumbuhan distribusi sepeda motor pada Januari 2018 tercatat lebih tinggi 1,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kemudian, pada Januari—Februari 2018 sempat minus 0,62% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pada Januari—Maret 2018, distribusi kendaraan roda dua dalam daftar AISI tercatat lebih tinggi 3,99% dari periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan distribusi meningkat signifikan pada periode Januari—April 2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu di level 13,90%.

Sepeda motor tipe skuter masih menjadi tipe yang paling banyak didistribusikan pada Januari—Mei 2018 atau mencapai 2,2 juta unit. Kemudian, diikuti oleh tipe sport, dan terakhir ditempati tipe underbone .

 

Tag : sepeda motor
Editor : Ratna Ariyanti
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top