Kemenperin Dorong BUMN Gunakan Sepeda Motor Baterai

Kementerian Perindustrian masih menggodok regulasi kendaraan listrik. Sejumlah proyek percontohan akan terus dilakukan, di antaranya penggunaan sepeda motor bertenaga baterai untuk kebutuhan badan usaha milik negara (BUMN).
Muhammad Khadafi | 14 Mei 2018 01:20 WIB
Presiden Joko Widodo berboncengan sepeda motor dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat kunjungan kerja di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (12/4/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian masih menggodok regulasi kendaraan listrik. Sejumlah proyek percontohan akan terus dilakukan, di antaranya penggunaan sepeda motor bertenaga baterai untuk kebutuhan badan usaha milik negara (BUMN).

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan bahwa Honda dan Panasonic tengah mengembangkan motor listrik berkonsep baterai yang bisa diganti dengan mudah. Cara ini kemungkinan akan lebih dapat diaplikasikan dibandingkan dengan mengisi ulang baterai di stasiun penyedia listrik umum (SPLU).

“Kalau charge itu kan memakan waktu. Kalau tinggal ganti baterai, mirip dengan tabung gas, jadi tidak perlu menunggu,” katanya. Dengan sistem tersebut, nantinya akan dibutuhkan baterai dalam jumlah banyak di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) atau lokasi-lokasi lain yang telah ditentukan.

Harjanto pun meminta Honda dan Panasonic untuk dapat memproduksi baterai sepeda motor di Indonesia. Pemerintah saat ini telah memfasilitasi dengan membuat kerja sama antara Honda, Panasonic, dan PT Pos Indonesia (Persero).

Harjanto melanjutkan, bahwa sebanyak 200 unit sepeda motor listrik akan mulai dioperasikan di Jakarta, Bandung, dan Bali. “Ini juga akan menjadi waktu untuk merek [Honda dan Panasonic] menguji kelayakan bisnis di Indonesia,” katanya.

PT Astra Honda Motor (AHM) telah menampilkan kendaraan roda dua PCX Hybrid pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. Perusahaan menargetkan dapat memroduksi sebanyak 2.000 unit dalam satu tahun.

Executive Vice President Director AHM Johannes Loman mengatakan, PCX Hybrid akan mulai diproduksi dan distribusikan di dalam negeri pada paruh kedua 2018. Saat ini perusahaan tengah menyiapkan layanan purna jual. "Awal semester dua [2018] mulai produksi dan jual. Lalu akhir tahun akan ada sepeda motor listrik," kata Johannes.

Dia mengatakan bahwa sepeda motor hibrida yang menggendong mesin bensi dan baterai tidak begitu terpegaruh dengan ketersediaan infrastruktur SPLU. Pasalnya motor ini dapat mengisi daya listrik ketika beroperasi dalam kondisi normal.

Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Dasrul Chaniago mengatakan pearlihan penggunaan sepeda motor konvensional ke listrik akan menekan konsumsi bahan bakar minya.

Meskipun memiliki kapasitas tangi yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan mobil, tetapi populasi roda dua di Indonesia sangat tinggi. “Motor itu bisa menyumbang 60% konsumsi bahan bakar,” katanya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan roda empat dan lebih sekitar 1 juta unit per tahun. Sementara itu sepeda motor mencapai 6 juta unit per tahun.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian menggandeng Mitsubishi untuk meneliti pengembangan mobil listrik di Indonesia. Pada Februari 2018 perusahaan tersebut menyerahkan 10 unit mobil listrik serta 4 unit alat pengisian ulang kepada pemerintah Indonesia.

Langkah itu sebagai upaya pemerintah mempercepat era kendaraan listrik di Tanah Air. Dalam peta jalan Kementerian Perindustrian, pada 2025 ditargetkan mobil dan motor listrik, masing-masing dapat menyumbang 20% terhadap capaian produksi domestik.

Tag : Sepeda Motor Listrik
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top