Startup Mobil Listrik China Sasar Dana Segar US$2 Miliar dari IPO

Startup kendaraan listrik asal China, Nio, telah menggandeng delapan bank global untuk ambil bagian dalam rencana go public tahun ini yang diperkirakan mampu meraup dana hingga US$2 miliar.
Annisa Margrit | 28 Februari 2018 14:17 WIB
Seorang pria berada di depan deretan mobil produksi Nio dalam sebuah pameran otomotif di Shanghai, China, pada Kamis (20/2/2017). - Reuters/Aly Song

Bisnis.com, JAKARTA -- Startup kendaraan listrik asal China, Nio, telah menggandeng delapan bank global untuk ambil bagian dalam rencana go public tahun ini yang diperkirakan mampu meraup dana hingga US$2 miliar.

Reuters melansir Rabu (28/2/2018), bank-bank yang digandeng adalah Morgan Stanley, Goldman Sachs, Bank of America Merrill Lynch, Credit Suisse, Citigroup, Deutsche Bank, JP Morgan, dan UBS.

Rencana Initial Public Offering (IPO) didasari kebutuhan dana perusahaan untuk ekspansi dan investasi, termasuk dalam pengembangan teknologi baterai dan swakemudi. Nilai IPO yang diharapkan berkisar US$1 miliar-US$2 miliar, atau sekitar Rp13,7 triliun-Rp27,4 triliun.

Jika target harga dapat dicapai, maka nilai IPO Nio akan menjadi yang terbesar bagi perusahaan China yang melantai di bursa AS sejak Alibaba go public pada 2014. Ketika itu, perusahaan milik Jack Ma tersebut meraup dana segar sebesar US$25 miliar atau sekitar Rp342,8 triliun.

Pada November 2017, Nio telah mendapat suntikan dana lebih dari US$1 miliar dalam tahapan pendanaan terakhirnya. Pendanaan itu dipimpin oleh Tencent Holdings Ltd, yang menjadi pendukung finansial utama perusahaan.

Nio, yang didirikan oleh pengusaha China William Li pada 2014, dulunya bernama NextEV. Perusahaan rintisan ini merupakan satu dari sederet perusahaan kendaraan listrik Tiongkok lainnya yang sedang bersiap merilis mobil untuk konsumsi publik.

Banyak di antara perusahaan-perusahaan itu yang masih terhenti pada mobil konsep.

Nio telah meluncurkan mobil produksi massal pertamanya, seri ES8, yang sepenuhnya berbahan bakar listrik dan memiliki tujuh kursi pada Desember 2017. Perusahaan ini berkomitmen memasukkan mobil listrik swakemudinya ke pasar AS pada 2020.

Sumber : Reuters

Tag : mobil listrik
Editor : Annisa Margrit
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top