Mobil Listrik BMW Terjual Lebih Dari 100.000 Unit

BMW i adalah sub-brand BMW yang didirikan pada 2011 untuk merancang dan memproduksi kendaraan listrik plug-in. Awalnya, perusahaan berencana merilis dua model, yakni mobil all-electric i3 dan hibrida plug-in i8. Versi konsep kedua kendaraan ini diperlihatkan di Frankfurt Motor Show 2009.
Muhammad Khadafi | 27 Februari 2018 14:20 WIB
BMW i3 - BMW

Bisnis.com, JAKARTA – BMW i memiliki catatan penjualan yang baik. Secara global merek yang berada di bawah naungan BMW Group ini telah menjual lebih dari 100.000 unit kendaraan dengan sistem penggerak listrik murni atau hibrida. Capaian itu diraih dari BMW iPerformance dan Mini sepanjang 2017.

Saat ini BMW i berada di antara para pemimpin pasar kendaraan listrik. BMW Group merajai pendaftaran mobil listrik di Eropa dengan pangsa pasar 21%.

Secara global, BWM Group menguasai 10%. Mengutip newsroom dalam jaringan (daring) BMW, Selasa (27/2/2018), BMW i menikmati posisi saat ini sebagai pendukung mobilitas masa depan yang ramah lingkungan.

BMW i adalah sub-brand BMW yang didirikan pada 2011 untuk merancang dan memproduksi kendaraan listrik plug-in. Awalnya, perusahaan berencana merilis dua model, yakni mobil all-electric i3 dan hibrida plug-in i8. Versi konsep kedua kendaraan ini diperlihatkan di Frankfurt Motor Show 2009.

Seri produksi BMW i3 dipasarkan secara ritel mulai September 2013. Adapun BMW i8 diluncurkan di Jerman pada Juni 2014. Amerika Serikat, Norwegia, Jerman, dan Inggris merupakan pasar utama kedua model tersebut.

Hingga November 2016, empat model mobil elektrik BMW diluncurkan dengan teknologi BMW i, yakni BMW X5 xDrive40e, diluncurkan pada 2015, dan BMW 225xe Active Tourer, BMW 330e iPerformance, dan BMW 740e iPerformance diluncurkan pada 2016.

Di Indonesia, BMW Group telah memulai investasi kendaraan listrik sejak 2014. Hal itu dimulai dengan pengenalan praproduksi hibrida plug-in i8 di ajang otomotif.

Jodie Otania menjelaskan biaya sosialisasi yang dikeluarkan terbilang banyak. Namun dia tidak bisa menyebutkan jumlah investasi yang sudah dikeluarkan.

"Biaya marketing, komunikasi dengan stakeholders. Sudah besar [investasi] untuk komunikasikan kendaraan listrik saja," katanya di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Selain itu dia juga bicara soal biaya yang sudah dikeluarkan untuk pelatihan teknisi dan juga diler khusus kendaraan listrik. Saat ini BMW Indonesia memiliki dua diler khusus mobil listrik yang berlokasi di Tangerang dan Jakarta.

Jodie melanjutkan, BMW terus bergerak dengan mencoba melakukan kemitraan dengan beberapa pihak untuk membuat infrastruktur. "Itu [infrastruktur] isu yang krusial karena akan pengaruhi kendaraan listrik ke depan," ujarnya.

Dalam hal tersebut BMW sudah berkerja sama dengan PLN dan Kementerian Perindustrian. Merek otomotif asal jerman ini juga tengah menjajaki kerja sama dengan agen pemegang merek (APM) lain yang memiliki bisnis di kendaraan listrik.

Tag : Mobil Listrik, BMW i8, BMW i3
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top