Perusahaan Patungan Mobil Premium Kerja Sama Dengan Shell Sambut Era Mobil Listrik

Ionity, perusahaan patungan BMW, Daimler, Ford, dan Volkswagen berkerja sama dengan perusahaan minyak, Shell untuk membangun stasiun pengisian listrik umum (SPLU) super cepat di Eropa. Langkah ini dilakukan sebagai terobosan untuk menyingkirkan hambatan terbesar yang dihadapi industri mobil listrik, yaitu fasilitas pengisian ulang baterai.
Muhammad Khadafi | 27 November 2017 08:27 WIB
Stasiun penyediaan listrik umum (SPLU) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Ionity, perusahaan patungan BMW, Daimler, Ford, dan Volkswagen berkerja sama dengan Shell untuk membangun stasiun pengisian listrik umum (SPLU) super cepat di Eropa. Langkah ini dilakukan sebagai terobosan untuk menyingkirkan hambatan terbesar yang dihadapi industri mobil listrik, yaitu fasilitas pengisian ulang baterai.

Perjanjian Shell dengan IONITY pada awalnya akan membawa SPLU bertenaga tinggi ke 80 lokasi jalan raya pada tahun 2019, mengutip Reuters, Senin (27/11/2017). Shell mengatakan bahwa teknologi Ionity adalah kunci untuk mengatasi jarak tempuh mobil listrik.

Sementara itu penjualan kendaraan listrik masih berkontribusi kecil terhadap pasar mobil secara global. Namun jatuhnya harga minyak, membuat perusahaan yang bergerak di bidang tersebut meninjau ulang model bisnis untuk bergerak menuju era transportasi yang ramah lingkungan.

Dalam proyeksi paling agresif Shell, diperkirakan mobil listrik akan tumbuh dari sekitar 1%, saat ini, menjadi 10% dari total penjualan mobil di seluruh dunia pada 2025. Hal ini akan membuat perusahaan kehilangan permintaan minyak yang setara dengan 800.000 barel per hari.

 Adapun hampir seluruh agen pemegang merek (APM) telah mengumumkan rencana bisnis untuk mobil listrik. Kehadiran perusahaan mobil khusus listrik, Tesla, telah mengubah permainan di industri otomotif. 

Belum lama ini, bahkan Tesla membuat janji yang tampak mustahil bila melihat dari kesiapan teknologi yang ada. Perusahaan milik Elon Musk ini memberikan sesumbar akan mampu membuat truk listrik yang bisa mengangkut beban 36 ton dengan jarak tempuh 804 km. Dalam waktu 30 menit pengisian ulang baterai, truk ini mampu menempuh jarak 643 km. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mobil listrik

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top