Toyota Kembangkan Mobil Listrik di China Mulai 2020

Toyota Motor Corp. akan memperkenalkan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di China mulai tahun 2020 dan mempertimbangkan untuk menjual mobil bertenaga baterai yang dikembangkan dengan mitra lokal.
Aprianto Cahyo Nugroho | 17 November 2017 15:34 WIB
Stasiun penyediaan listrik umum (SPLU) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Toyota Motor Corp. akan memperkenalkan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di China mulai tahun 2020 dan mempertimbangkan untuk menjual mobil bertenaga baterai yang dikembangkan dengan mitra lokal.

"Untuk menanggapi secara komprehensif permintaan mobil listrik di China, kami mempertimbangkan untuk memiliki mitra usaha patungan kami untuk mengembangkan mobil listrik," kata Hiroji Onishi, kepala operasional Toyota di China, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (17/11/2017).

"Kami juga akan terus mengembangkan setiap aspek dari apa yang didefinisikan China sebagai kendaraan energi baru, termasuk mobil plug-in hybrid dan fuel-cell (sel bahan bakar hidrogen)," lanjutnya.

Dimulainya penjualan kendaraan listrik di China ini menandai kembalinya Toyota ke pasar kendaraan bertenaga baterai setelah menghentikan produksi mobil listrik RAV4 EV pada tahun 2014.

Hasil gambar untuk Mobil Listrik Toyota

Presiden Toyota Akio Toyoda mengatakan pada bulan September bahwa perusahaannya sedikit terlambat di segmen mobil listrik, bahkan saat produsen mobil lain bergegas memasuki segmen ini sebelum kebijakan pembatasan perdagangan di China yang berkaitan dengan kebijakan kendaraan rendah emisi mulai diberlakukan pada 2019.

Produsen mobil terbesar Jepang ini mengatakan akan memperluas studi kelayakan untuk menjual mobil fuel-cell Toyota Mirai di China. Selain itu, Toyota juga akan memperkenalkan sepasang crossover kompak, C-HR dan IZOA, pada pertengahan tahun depan.

Langkah Toyota ini mengikuti langkah pabrikan lain, seperti Daimler AG yang berencana memproduksi mobil listrik pertamanya di China pada 2019. Adapun Volkswagen AG mengatakan pada hari Kamis (16/11) akan menginvestasikan lebih dari 10 miliar euro (US$12 miliar) untuk pengembangan mobil energi baru di China.

Pekan lalu, Ford juga mengatakan akan menginvestasikan 5 miliar yuan (US$754 juta) ke mitranya di China, sementara Honda Motor Co mengumumkan pada bulan September bahwa akan meluncurkan kendaraan listrik khusus China pada tahun 2018.

Penambahan mobil crossover kompak di pasar China akan memberikan dorongan Toyota untuk meningkatkan pangsa pasarnya. Saat ini, Toyota menempati posisi tiga besar dalam pangsa pasar di China untuk pabrikan asal Jepang, bersamaan dengan Nissan dan Honda.

Honda saat ini menantang posisi Nissan yang telah memimpin di antara ketiganya sejak 2009 menyusul kesuksesan penjualan mobil SUV XR-V dan Vezel (HR-V di Indonesia).

Penjualan Toyota di China dalam 10 bulan pertama tahun ini mencapai 1,07 juta kendaraan, dibandingkan dengan Honda yang mencapai 1,16 juta dan Nissan 1,17 juta kendaraan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
toyota

Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top