Daimler AG Investasi US$1 Miliar untuk Mobil Listrik

Daimler AG berencana untuk menghabiskan US$1 miliar untuk memulai produksi kendaraan listrik Mercedes-Benz di pabriknya di Alabama, Amerika Serikat. Hal ini akan menempatkan pembuat mobil mewah terbesar di dunia ini bertarung dengan spesialis mobil listrik, Tesla Inc. di wilayah asalnya.
Muhammad Khadafi | 23 September 2017 13:45 WIB
Daimler - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Daimler AG berencana menghabiskan US$1 miliar untuk memulai produksi kendaraan listrik Mercedes-Benz di pabriknya di Alabama, Amerika Serikat. Hal ini akan menempatkan pembuat mobil mewah terbesar di dunia ini bertarung dengan spesialis mobil listrik, Tesla Inc. di wilayah asalnya.

Pembuat mobil Jerman tersebut akan membangun pabrik baterai kelima secara global dan menciptakan lebih dari 600 pekerjaan di wilayah tersebut. Pabrik Alabama akan merakit kendaraan sport listrik, mengikuti jejak Tesla Model X.

"Kami mengambil ini sebagai kesempatan untuk memperluas operasi dan meningkatkan pertumbuhan bahan bakar," kata kepala produksi Markus Schaefer seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (23/9/2017).

Investasi Daimler menunjukkan pergeseran produsen produksi mobil mesin konvensional ke kendaraan listrik. Seperti pembuat mobil lainnya, Daimler sedang menyiapkan diri menyambut mobil bertenaga baterai lepas landas.

Diperkirakan penjualan kendaraan listrik di AS akan naik empat kali lipat dibandingkan tahun lalu menjadi 634.000 unit pada 2021. Jumlah tersebut bekontribusi sebanyak 4% terhadap pasar otomotif di sana. Menurut perkiraan Bloomberg New Energy Finance, Segmen ini diperkirakan akan mencapai lebih dari sepertiga penjualan di tahun 2030.

Adapun Mercedes, yang berada di posisi puncak dalam penjualan mobil premium di AS tahun lalu, memulai perkaitan di Alabama sejak sekitar 20 tahun lalu. Pabrik ini telah muncul sebagai salah satu pusat manufaktur utama merek ini di seluruh dunia, dengan sekitar 70% kendaraan rakitan dijadwalkan untuk diekspor ke pasar global.

Tag : mobil listrik
Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top