RAMADAN 2017 : Pasar Otomotif Sesuai Ekspektasi Gaikindo

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan bahwa pasar otomotif Mei 2017 atau satu bulan sebelum Lebaran sesuai dengan ekspektasi. Tren dari tahun ke tahun selalu menunjukkan ada sedikit kenaikan, khususnya di kategori mobil penumpang.
Muhammad Khadafi | 19 Juni 2017 14:28 WIB
Touring 178 mobil APV dalam acara jambore nasional Indonesia APV Club ke Dieng Wonosobo, Jateng. - Ilustrasi/JIBI

Bisnis.com, JAKARTA -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan bahwa pasar otomotif Mei 2017 atau satu bulan sebelum Lebaran sesuai dengan ekspektasi. Tren dari tahun ke tahun selalu menunjukkan ada sedikit kenaikan, khususnya di kategori mobil penumpang.

Tahun ini kenaikan mobil penumpang dipicu oleh MPV (multi purpose vehicle), upper MPV, LSUV (low sport utility vehicle), dan SUV. Mobil murah ramah lingkungan atau LCGC juga naik, tetapi tidak signifikan. Sementara, LMPV malah turun.

“Mungkin tren mulai shifting, tapi [secara volume] LMPV masih mendominasi,” kata Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto kepada Bisnis, Senin (19/6/2017).

Secara volume LMPV menguasai 28,15% penjualan pabrik ke diler (wholesales) kendaraan penumpang. Apabila digabungkan dengan pasar kendaraan niaga, penjualan mobil berkapasitas tujuh penumpang ini berkontribusi sebesar 21,36%.

Berdasarkan data yang dirilis Gaikindo, total penjualan pabrik ke diler (wholesales) pada Mei 2017 sebanyak 94.123 unit, atau naik 5,06% dibandingkan bulan sebelumnya, yakni 89.587 unit

Secara total kendaraan penumpang naik 3.051 unit atau 4,46%, dari 68.373 unit menjadi 71.424 unit. Kelas MPV (multi purpose vehicle) menjadi faktor utama penyebab kenaikan. Kategori ini naik 2.739 unit atau 48,62%, dari 5.634 unit menjadi 8.373 unit.

Secara persentase kenaikan tertinggi diperoleh Upper MPV. Kategori ini melonjak tinggi dari 516 unit menjadi 875 unit, atau naik 69,57%.

Namun, hal ini tidak diikuti oleh saudara terkecil kelas mobil yang menjadi andalan keluarga Indonesia. LMPV menjelang Lebaran malah turun 8,58% atau dari 21.990 unit menjadi 20.103 unit pada Mei 2017.

Segmen LSUV (low sport utility vehicle) menyumbangkan kenaikan sebesar 1.194 unit atau 14,55%, dari 8.207 unit menjadi 9.401 unit. Saudaranya yang memiliki kubikasi mesin lebih besar di kelas SUV, menyusul dengan kenaikan 1.087 unit atau 25,24% dari 4.307 unit menjadi 5.394 unit.

Kelas sedan juga memperoleh keuntungan momentum Lebaran. Segmen ini naik 12,39% atau dari 775 unit menjadi 871 unit.

Sementara itu, grafik penjualan mobil murah ramah lingkungan atau LCGC tidak mengalami kenaikan signifikan menjelang Lebaran. Mobil bebas pajak ini naik 2,21% atau dari 19.863 unit menjadi 20.301 unit.

Tidak semua kategori mencatatkan tren positif menjelang Lebaran. Selain LMPV, wholesales city car dan hatchback juga tidak menggembirakan. Secara beruturan keduanya turun 9,89% dan 19,78%. Pasokan pabrik ke diler city car turun dari 4.306 unit menjadi 3.880 unit, sedangkan hatchback dari 2.775 unit menjadi 2.226 unit.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri otomotif

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top