Pemerintah Perlu Wajibkan Pembuatan Mobil Hybrid BBM

Pemerintah diimbau untuk mewajibkan industri otomotif memproduksi mobil hybrid, termasuk yang mempergunakan bahan bakar BBM dan gas.
Newswire | 17 April 2017 17:22 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah diimbau untuk mewajibkan industri otomotif  memproduksi mobil hybrid, termasuk yang mempergunakan bahan bakar BBM dan gas.

"Pangsa pasar untuk mobil hybrid listrik dan BBM sangat besar di Indonesia. Apalagi kalau menggunakan BBG, pasti penjualannya bisa meningkat pesat," ujar mantan Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Bambang Trisulo.

Dia menjelaskan, mobil hybrid menghasilkan emisi yang rendah sehingga lebih ramah lingkungan. Sebab, kendaraan hybrid didesain dengan teknologi yang mampu mengurangi substansi racun pada emisi buang.

Pemerintah, sambungnya, sebaiknya mempertimbangkan dampak-dampak positif yang dilahirkan teknologi hybrid. Hingga saat ini, belum ada alternatif teknologi lain yang siap pakai dan hemat bahan bakar seperti hybrid.

Menurut Bambang, mobil jenis memang memiliki banyak kelebihan. Dibandingkan mobil konvensional, misalnya, mobil hybrid tidak menimbulkan suara mesin berisik seperti mobil konvensional. Hal ini, karena penggunaan motor elektrik yang memiliki akselerasi halus dan bertenaga, sehingga mampu menghadirkan respons yang instan dan kuat sejak kali pertama dinyalakan.

"Tak kalah penting, mobil tipe ini juga lebih ekonomis bahan bakar. Cocok untuk kondisi di Indonesia,"  ujar Bambang.

Begitu pun, lanjutnya, semua tergantung pada pemerintah. Karena selain mengeluarkan kebijakan mandatory, pemerintah juga harus menyiapkan infrastruktur untuk kehadiran mobil hybrid BBG dan BBM. "Tanpa infrastruktur itu, mandatory akan sia-sia,” kata dia.

Dukungan agar pemerintah mewajibkan industri otomotif untuk memproduksi mobil hybrid BBM dan gas, juga disampaikan anggota Komisi VI DPR Nyoman Dhamantra. Menurutnya, mobil hybrid semacam itu sudah menjadi kebutuhan yang mendesak.

"Sudah saatnya kita memproduksi mobil-mobil hybrid yang menggunakan BBG ramah lingkungan dan murah harganya,"  kata Nyoman.

Untuk itu pula, Nyoman mendukung kesiapan pemerintah dalam mempersiapkan infrastruktur, pengisian bahan bakar gas. Terlebih dengan terbitnya Permen ESDM yang mewajibkan SPBU untuk menyediakan satu unit mesin pengisian (dispenser) BBG.

Tag : otomotif
Editor : Bambang Supriyanto
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top