Volvo Optimistis Raih Pertumbuhan Tahun Ini dari Pasar Mobil Mewah Amerika

Penjualan Volvo Car Group tahun ini diprediksi akan bersinar seiring dengan strategi pabrikan mobil asal Swedia itu memperbanyak jajaran kendaraan premium dan menargetkan konsumen di Amerika Serikat
Lingga Sukatma Wiangga | 10 Januari 2016 22:42 WIB
/volvo

Bisnis.com, JAKARTA—Penjualan Volvo Car Group tahun ini diprediksi akan bersinar seiring dengan strategi pabrikan mobil asal Swedia itu memperbanyak jajaran kendaraan premium dan menargetkan konsumen di Amerika Serikat.

Asa Volvo kembali mencatatkan pertumbuhan penjualan tak terlepas dari kinerja pada 2015 yang gemilang. Didukung oleh SUV terbaru XC90, pengiriman Volvo naik 8% menjadi 503.127 kendaraan.

Ini adalah kali pertama bagi produsen mobil yang sudah berdiri sejak 89 tahun lalu tersebut mencatatkan penjualan di atas setengah juta unit per tahun.

Dengan capaian itu perusahaan yang dimiliki oleh miliarder China Li Shufu Zhejiang dengan Geely Holding Group Co-nya tersebut siap bersaing dengan pembuat mobil mewah terkemuka termasuk BMW AG.

Strategi Volvo mengatrol penjualan memang dengan menyasar pasar mobil premium di AS. Pabrikan tersebut pun berencana untuk membangun pabrik mobil demi mendorong keuntungan penjualan.

Bahkan pekan depan. Volvo akan meluncurkan sedan S90 ke publik untuk pertama kalinya di ajang North American International Auto Show di Detroit.

"Volvo akan memasuki tahap kedua dari transformasi global. Setelah selesai, Volvo akan berhenti menjadi pemain otomotif ringan dan mengambil posisi sebagai perusahaan mobil premium yang benar-benar global," kata Chief Executive Officer Hakan Samuelsson, seperti dikutip Bloomberg.

Sebagai catatan, permintaan terhadap mobil Volvo tahun lalu melonjak 24% di Amerika Serikat dan 11% di Eropa. Pun demikian di China pabrikan itu memperoleh pertumbuhan dua digit.

"Tren penjualan yang naik diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2016. Kami menargetkan penjualan mencapai 800.000 mobil per tahun dalam jangka waktu menengah,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif

Sumber : Bloomberg

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top