INDUSTRI OTOMOTIF: Cukup Sulit Prediksi Capaian Volume Penjualan

Pelaku industri otomotif cenderung berganti target mengejar pangsa pasar daripada harus mencetak volume penjualan dengan besaran tertentu saat konsumsi menurun akibat pelambatan ekonomi. Siasat agar angka merosotnya penjualan tak terlihat besar
Lingga Sukatma Wiangga | 24 September 2015 15:48 WIB
Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 di BSD, Tangerang, Banten. - Jibiphoto/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA  - Pelaku industri otomotif cenderung berganti target dalam mengejar pangsa pasar ketimbang  mencetak volume penjualan saat konsumsi menurun akibat pelambatan ekonomi.

Mayoritas pelaku bisnis otomotif baik mobil dan sepeda motor yang Bisnis temui mengakui cukup sulit memprediksi  capaian volume penjualan yang realistis  saat kondisi ekonomi tak stabil. Pasalnya, pasar relatif sulit ditebak karena masih tak bergerak banyak.

Hal itu terlihat dari berulangkali direvisinya target total penjualan mobil maupun sepeda motor pada tahun ini. Pada 2015 Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) awalnya menargetkan total penjualan mencapai 1,2 juta unit.

Target tersebut secara resmi direvisi dua kali menjadi kisaran 950.000 unit hingga 1 juta unit. ‘Bongkar pasang’  target pun belum tuntas sampai di sana, karena jika pasar masih melambat Oktober nanti jumlahnya akan diturunkan kembali menjadi kisaran 850.000 hingga 900.000 unit.

Pun demikian halnya dengan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Awalnya target total penjualan tahun ini diperkirakan mencapai 8 juta unit. Jumlah tersebut kemudian diturunkan menjadi 6,8 juta unit hingga 7 juta unit. Lalu disesuaikan lagi dengan perkiraan di kisaran 6,2 juta unit hingga 6,3 juta unit.

Penguasa penjualan mobil terbesar di Tanah Air yaitu PT Toyota Astra Motor (TAM)awalnya berharap tahun ini bisa menguasai pangsa pasar di kisaran 33%. Terlebih pabrikan tersebut sudah banyak melakukan pembaruan terhadap mayoritas jajaran produknya.

Pada periode Januari-Agustus 2015 Gaikindo mencatat total penjualan secara wholesales menapak jumlah 671.641 unit. Dari jumlah tersebut penjualan Toyota mencapai 208.439 atau mendominasi pangsa pasar sekitar 31%.

Pada periode yang sama jumlah total penjualan ritel mencapai 671.679 unit. Adapun penjualan ritel Toyota mencapai 209.453 unit, sehingga pabrikan tersebut mencaplok pangsa pasar sekitar 31,2%. Melihat pergerakan pasar yang melemah, Direktur Pemsaran PT TAM Rahmat Samulo menegaskan pihaknya mengutamakan mengincar target pangsa pasar ketimbang volume penjualan yang fluktatif.

Mengamati penguasaan pangsa pasar hingga bulan ke delapan, dia menyebut pangsa pasar yang realistis diraih pihaknya hanya sekitar 31% tahun ini. “Sekitar 31% sehingga volume penjualan mengikuti total pasar domestik,” katanya, Selasa (22/9/2015).

Kolega TAM di Grup Astra International,  PT Astra Daihatsu Motor (ADM) berharap dapat menutup tahun ini dengan mencatatkan persentase pangsa pasar minimal di kisaran 15%. Tahun ini awalnya Daihatsu menargetkan  penjualan mencapai 185.000 unit. Target awal itu mengacu pada capaian penjualan pada tahun lalu yang menapak 185.226 unit.

Sementara itu, target perolehan pangsa pasar tersebut hadir saat Gaikindo merevisi target karena penjualan tak kunjung pulih menanjak. Target itu pun tidak jauh berbeda dari raihan tahun lalu yang mencapai 15,33%. Pada 2014, total pasar mobil mencapai 1,208 juta unit.

“Jadi target market share kamitidak turun 15% dari total pasar, tapi volume pasti turun karena pasar turun, katanya dalam kesempatan berbeda.

 

Untuk meraih target itu, lanjut dia, pihaknya menempuh penyegaran beberapa produk yang ada seperti Terios, Sirion, maupun Xenia. Di sisi lain penjualan wholesales Daihatsu pada januari-Agustus 2015 sebanyak 113.431 unit dengan pangsa pasar sebesar 16,8%. Sedangkan secara ritel raihan ADM mencapai 109.430 unit sehingga menguasai pangsa pasar sebesar 16,3%.

Adapun PT Nissan Motor Indonesia (NMI) tahun ini awalnya berharap dapat membukukan penjualan mencapai 40.000 unit baik bagi merek Nissan maupun Datsun. Angka tersebut memang sulit diralisasikan saat ekonomi melambat.

Sehingga menurut Menurut General Manager Marketing Strategy and Product Planning PT NMI Budi Nur Mukmin, pihaknya hingga akhir tahun secara grup yakni merek Nissan, Datsun dan Infiniti mengincar pangsa pasar sebesar 6%.

Dengan target itu, dia berasumsi penjualan pihaknya tidak akan turun sebesar anjloknya total pasar mobil nasional pada 2015. “Tahun lalu pangsa pasar kami hampir 5% dari tiga brand. Tahun ini target kami 6%, artinya pasar menurun tapi kami tak sepenuhnya turun seperti total pasar,” tuturnya. 

Hingga Agustus lalu penjualan wholesales Datsun mencapai 18.122 unit, Nissan 18.849 unit dan Infiniti 3 unit, dengan total hingga 36.974 unit atau setara 5,5% dari total pasar. Sementara itu total penjualan ritel Grup NMI sekitar 37.140 dengan penguasaan pangsa pasar hingga 5,53%.

Davy J. Tuilan, 4W Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyebut, persentase yang realistis dicatatkan pihaknya di tengah pelambatan ekonomi yang berdampak pada penurunan total pasar otomotif nasional tahun ini hanya sekitar 13%.

Sebelumnya, pabrikan asal Jepang tersebut membidik 14% hingga 15% pangsa pasar mobil di Indonesia. Melihat data Gaikindo, pangsa pasar mobil yang diraih SIS pada periode Januari-Agustus 2015 secara wholesales sekita 12,3% dengan penjualan sebanyak 82.511 unit.

Sedangkan di tataran ritel penguasaan pangsa pasar SIS pada periode yang sama mencapai 12,2%. Persentase itu didapat dengan penjualan yang mencapai 82.155 unit dari total pasar sebanyak 671.679 unit.

“Dengan penambahan diler dan produk baru target pangsa pasar kami hingga akhir tahun 13%,” tuturnya.

Produk baru yang dimaksud Davy adalah Ertiga, Karimun Wagon R, Celerio, serta Swift. Davy menyebut kini penjualan mobil Suzuki disokong hingga 292 unit outlet termasuk yang hanya melayani perawatan dan suku cadang (2S).

Davy menyatakan, hingga akhir tahun pihaknya masih akan membuka lima unit outlet lagi. Di sisi lain, harapan pencapaian pangsa pasar tersebut tak bergerak jauh dari raihan pada 2013 dan 2014. Pada 2013 Suzuki menguasai pangsa pasar sebesar 13,1%. Tahun lalu pangsa pasarnya naik menjadi 13,4%.

Sementara itu, untuk pabrikan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) optimistis dapat menguasai hingga 70% pangsa pasar sepeda motor Indonesia tahun ini. Penjualan AHM pada periode Januari-Agustus 2015 mencapai 2,840 juta unit.

Melalui raihan tersebut AHM menguasai pangsa pasar sebesar 67% dari total penjualan sepeda motor di Indonesia yang sebanyak 4,218 juta unit. Jika AHM mampu menguasai pangsa pasar hingga 70% pada tahun ini, hal tersebut akan melampaui capaian pada tahun lalu dan 2013.

Sepanjang 2014 penjualan AHM mencapai 5,051 juta unit dari total pasar 7,867 juta unit sehingga menguasai pangsa sebesar 64%. Sepanjang 2013 penjualan sepeda motor Honda mencapai 4,696 juta unit. Pada tahun tersebut total pasar sepeda motor menapak jumlah 7,743 juta unit sehingga pangsa AHM sebesar 61%.

“Harapan kami semester II daya beli konsumen lebih baik sehingga pangsa pasar sampai akhir tahun sekitar 70%,” ucapnya.

Penguasa pasar sepeda motor kedua terbesar di Tanah Air, Yamaha, ingin menguasai pangsa pasar dengan difokuskan di masing-masing segmen. Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti mengungkapkan, di masing-masing segmen pihaknya sudah memiliki produk jagoan dan melakukan pembaruan sejak awal tahun.

Di segmen skutik pabrikan asal Jepang itu ingin menguasai pasar sebesar 40%.Sedangkan di segmen sport yang memang selama ini sudah dikuasai, Yamah ingin tetap mendominasi dengan raihan pangsa pasar di kisaran 53%-54%.

AISI mencatat, di delapan bulan pertama tahun ini penjualan Yamaha sudah mencapai 1,29 juta unit atau setara hampir 30% dari total pasar sepeda motor nasional. Dari jumlah yang telah diraih Yamaha tersebut, segmen skutik sudah terjual 747.380 unit atau setara 23% dari total pasar di segmen itu yang mencapai 3,23 juta unit.

Sedangkan penjualan segmen sport Yamaha sudah mencapai 301.727 unit atau sudah menguasai sekitar 57,2% dari total pasar yang mencapai 527.664 unit. Di segmen bebek atau underbone penjualan Yamaha menapak jumlah 247.066 unit atau mencaplok pangsa pasar sebesar 43% dari total pasar 575.897 unit.

“Kami ingin menguasai pangsa pasar berbeda di masing-masing segmennya,” tuturnya.

Tag : otomotif
Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top