Disperindag Jabar Klaim Industri Komponen Otomotif Kian Bergairah

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mengklaim industri komponen otomotif lokal berskala kecil dan menengah di wilayahnya sudah siap bersaing menghadapi pasar bebas Asean akhir tahun ini.
Adi Ginanjar Maulana/Afif Permana | 17 Maret 2015 14:49 WIB
Pabrik komponen otomotif. Di Jabar industri ini diklaim bergairah. - JIBI


Bisnis.com, BANDUNG — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mengklaim industri komponen otomotif lokal berskala kecil dan menengah di wilayahnya sudah siap bersaing menghadapi pasar bebas Asean akhir tahun ini.

Kepala Disperindag Jabar Ferry Sofwan Arief mengatakan industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif lokal sudah banyak yang menjadi pemasok industri besar salah satunya aksesoris.

"Kami optimistis IKM komponen otomotif lokal akan mampu bersaing. Sehingga pelaku usaha tidak usah terlalu khawatir menghadapi pasar bebas Asean nanti," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (17/3/2015).

Kendati demikian, menurut Ferry ada beberapa hal yang harus dibenahi oleh industri ini. Salah satunya perbaikan pabrik agar produk lebih rapi dan mampu langsung dipasarkan oleh industri terkait.

Untuk kemasan, Ferry menilai harus ada konsep pengemasan yang lebih baik agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas, karena tantangannya bukan lagi produk dalam negeri tapi juga dari negara lain.

Begitu juga dengan merek produk yang identintas dan pemasarannya harus diperkuat oleh setiap industri.

Dalam pembenahan tersebut, Disperindag melakukan berbagai upaya pelatihan bagi pelaku IKM, seperti di Sukabumi yang memiliki ruang pendidikan perbengkelan.

"Selain itu juga ada di Balai Besar Logam dan Mesin di Sangkuriang, serta Balai Pelatihan Tenaga Kerja di Bandung," ujar Ferry.

Ferry menjelaskan saat ini perkembangan industri komponen otomotif Jabar sangat baik dilihat dari pertumbuhan angka kendaraan roda dua dan roda empat yang terus bertambah.
"Dilihat dari pajak yang meningkat pun, ini membuktikan industri komponen otomotif juga meningkat," katanya.

Di lain pihak, Ketua Asosiasi Industri Kecil dan Menengah Jabar K. Fuzy Agus menilai produksi komponen otomotif tidak akan mampu bersaing dengan impor saat pasar bebas Asean.

Dia mengatakan mengatakan saat ini saja, IKM komponen otomotif di Jabar banyak yang mengurangi pekerja hingga 30%.

"Sekarang banyak IKM kesulitan, pendapatan habis untuk membayar karyawan, listrik dan BBM. Akibatnya banyak yang diberhentikan," ujarnya.

Menurutnya, pekerja yang masih bertahan di IKM pun ternyata mendapat jatah libur lebih banyak dari biasanya dalam seminggu yakni dua hari, yang dulunya satu hari.
 
"Biasanya libur minggu saja, sekarang bertambah dan jam kerjanya berkurang."

Dia menjelaskan hal ini mengindikasikan tidak adanya ketertarikan industri komponen otomotif bagi pekerja IKM.

“Jangan harap industri lokal bisa bertahan jika produksi impor tidak bisa dikendalikan,” ujarnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
otomotif, komponen otomotif

Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top