Penjualan Mobil Bekas Tahun Ini Akan Moncer

Pelaku usaha mobil bekas tak terlalu khawatir dengan pelambatan ekonomi, mereka menganggap tren membeli used car ibaratkan fesyen yang permintaannya terjaga budaya konsumtif sehingga terus bertumbuh.
Lingga Sukatma Wiangga | 02 Maret 2015 14:50 WIB
Saat ini di WTC Mangga Dua terdapat sekitar 400 pedagang mobil bekas dengan kapasitas terpasang mencapai 2.297 unit stok kendaraan secara penuh. - Kelik Taryono

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha mobil bekas tak terlalu khawatir dengan pelambatan ekonomi, mereka menganggap tren membeli used car ibaratkan fesyen yang permintaannya terjaga budaya konsumtif sehingga terus bertumbuh.

“Banyak orang berpunya di Indonesia tentunya dengan budaya konsumtif. Mobil itu ibaratkan fesyen, seperti handphone yang terus ingin diganti dengan model baru dan ketika ekonomi melambat cenderung tidak terpengaruh,” kata Direktur PT Serasi Autoraya (Sera) Jefri Rudyanto Sirait.

Sera merupakan perusahaan induk di bawah payung Grup Astra yang menaungi Mobil 88 sebagai unit usaha penyedia mobil bekas. Menurut Jefri, atas optimisme tersebut tahun ini pihaknya membidik pertumbuhan penjualan hingga sekitar 6.000 unit.

Dia menyebut Mobil 88 pada 2014 mampu menjual hingga 25.000 mobil bekas. Dari jumlah itu tiga kawasan penyumbang penjualan terbesar yaitu Jakarta sekitar 60%, serta wilayah Jawa Timur dan Medan masing-masing 15%.

Jefri menambahkan penjualan mobil bekas tidak sama dengan mobil baru yang diprediksi stagnan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akibat pelambatan ekonomi.

Bahkan untuk menggenjot penjualan pihaknya tahun ini akan menambah empat ruang pamer di kawasan  Jakarta Barat, Tangerang Selatan, Depok dan Jakarta Timur. Saat ini Mobil 88 memiliki 18 cabang di Sembilan kota besar di Indonesia. Jakarta menjadi kota dengan jumlah ruang pamer terbanyak yang mencapai 7 cabang.

General Manager Mobil 88 Fischer Lumbantoruan mengatakan, optimisme pertumbuhan itu ada karena melihat rekam jejak penjalan yang dibukukan pihaknya setidaknya dari dua tahun lalu. Pada 2013 penjualan Mobil 88 mencapai 19.000 unit lebih.

Jika dibandingkan dengan penjualan pada 2014, kenaikannya mencapai 31,6%. Maka tak keliru jika menurut dia tahun ini pertumbuhan yang diincar hanya 24%. Padahal pada 2014 pun Gaikindo menyatakan pasar kendaraan baru akan cenderung stagnan karena terimbas masalah politik dan ekonomi.

Fischer menjelaskan, satu decade lalu mobil bekas yang dijual adalah kendaraan yang habis dipakai dalam jangka waktu relatif lama. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi saat ini.

Menurutnya konsumen menjual mobil untuk kembali membeli mobil baru. Sehingga mobil bekas yang dijual masih berumur relatif muda. Bahkan dia mengklaim mobil bekas yang dijual pihaknya sekitar 40% berumur 2-3 tahun.

Dia pun mengaku satu unit mobil bekas yang ditawarkan akan terjual di bawah kurun waktu 25 hari. Hal ini menunjukan permintaan yang tinggi. Selain itu, jumlah mobil yang dibeli dan dijual mendekati angka yang sama sehingga meminimalisir penumpukan stok.

“Mobil bekas itu selalu bergairah, orang beli mobil baru dua atau tiga tahun kemudian dijual untuk beli yang baru. Perputarannya cepat, kalau beli mobil baru biasanya nunggu keadaan ekonomi seperti nilai tukar rupiah atau suku bunga tapi mobil bekas nggak,” ujarnya.

Dia menambahkan, penaikan penjualan pun terjadi pada Januari 2015 yang mencapai 10% yang menjadi sekitar 2.000 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian dia mengakui jika penjualan pada Februari akan turun sekitar 5% karena Jakarta sebagai penyumbang utama dilanda banjir.

Menurutnya segmen kendaraan yang menjadi penyumbang terbesar penjualan Mobil 88 adalah multi purpose vehicle (MPV) dengan kisaran harga Rp 100 juta hingga Rp170 juta. Dia menyebut, Avanza berkontribusi sekitar 30%, Innova mencapai 20%, dan Xenia 10%.

“Konsumen masih family oriented sehingga membutuhkan kendaraan berkapasitas penumpang yang besar,” tuturnya.

Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengamini jika penjualan mobil bekas akan kembali bertumbuh. Tahun lalu salah satu pusat penjualan mobil bekas terbesar di Jakarta itu mampu menjual 35.000 unit lebih mobil bekas.

Optimisme tersebut menurutnya timbul karena beberapa hal, yaitu bencana banjir yang tak separah tahun lalu serta tidak dilaksanakannya pemilu seperti pada 2014 yang cenderung berpolemik dan berpengaruh langsung pada ekonomi.

Meski demikian pihaknya tahun ini hanya mematok target penjualan konservatif  yakni sebanyak  36.000 unit.

“Kami optimistis pasar akan tumbuh. Tapi di sisi lain kami pasang target konservatif dan tidak mau muluk-muluk karena pasar masih sulit ditebak seperti karena adanya kisruh Gubernur dengan DPRD,” ujarnya.

Dia mengaku nilai tukar rupian dan penurunan suku bunga acuan tidak terlalu berpengaruh pada pembelian mobil bekas. Menurutnya, yang penting bagi konsumen adalah besaran uang muka dan cicilan.

Herjanto menambahkan, kontribusi penjualan terbesar masih datang dari kelas low MPV. Dia menyatakan permintaan untuk kendaraan merek Xenia, Avanza, dan  Mobilio masih tinggi mencapai 20% lebih.

Saat ini di WTC Mangga Dua terdapat sekitar 400 pedagang mobil bekas dengan kapasitas terpasang mencapai 2.297 unit stok kendaraan secara penuh. []

Tag : otomotif
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top