MOBIL MURAH: Gaikindo Minta Pemerintah Revisi Harga LCGC

Pelaku bisnis otomotif berharap plafon harga kendaraan jenis low cost green car segera direvisi. Sebabnya, kondisi makro ekonomi saat ini berbeda dengan tahun lalu saat plafon harga tersebut ditetapkan
Lingga Sukatma Wiangga | 02 September 2014 23:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTAPelaku bisnis otomotif berharap plafon harga kendaraan jenis low cost green car segera direvisi. Alasannya, kondisi makro ekonomi saat ini berbeda dengan tahun lalu saat plafon harga tersebut ditetapkan.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D. Sugiarto mengatakan memang beberapa produsen low cost green car (LCGC) sudah menyatakan keberatannya dengan plafon harga lama.

Pertimbangan kenaikan harga didasarkan pada beberapa hal utama yakni tingkat inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah yang berpengaruh terhadap naiknya harga komponen yang masih diimpor.

Selain itu, harga harus disesuaikan pula dengan ongkos produksi yang terpengaruh kenaikan tarif dasar listrik serta upah minimum regional.

Menurut Jongkie, Gaikindo selaku asosiasi yang menaungi produsen LCGC tidak bisa menentukan kapan harga akan dinaikan.

Akan tetapi, Gaikindo merekomendasikan pemerintah untuk meninjau kembai plafon harga lama.

“Saya pikir naiknya wajar saja disesuaikan tingkat inflasi. Angka inflasi itu dikeluarkan resmi oleh pemerintah dan itu menjadi alasan yang valid,” kata Jongkie, Selasa (2/9).

Mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013, harga jual maksimal LCGC off the road atau belum termasuk pajak adalah Rp95 juta. Harga bisa dinaikkan hingga 15% jika menggunakan transmisi otomatis. Jika dilengkapi fitur keselamatan penumpang, kenaikan maksimal 10%.

Regulasi itu pun menetapkan harga LCGC bisa dikaji ulang setiap tahun dengan memperhatikan tingkat inflasi. Inflasi tahunan hingga Juli mencapai 4,53%. Angka tersebut menurun dari bulan sebelumnya 6,7% karena dampak kenaikan bahan bakar minyak pada 2013 sudah tidak masuk hitungan.

 

Tag : otomotif
Editor : Yusran Yunus
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top