Penjualan Mobil Di Jepang Turun. Ini Dia Penyebabnya

Angka penjualan mobil di Jepang turun pada Mei ini. Hal ini merupakan bukti dari kekhawatiran kenaikan pajak yang mengurangi belanja konsumen.
Lingga Sukatma Wiangga | 02 Juni 2014 21:41 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, TOKYO -- Angka penjualan mobil di Jepang turun pada Mei tahun ini. Hal ini merupakan bukti dari kekhawatiran kenaikan pajak yang mengurangi belanja konsumen.

Pemerintah Jepang menaikkan pajak penjualan untuk pertama kalinya sejak tahun 1997.

Karena hal itu, penjualan kendaraan bulan lalu tergelincir 1,2% menjadi 363.370 unit. Pernyataan itu disampaikan Asosiasi Dealer Mobil Jepang dan Asosiasi Kendaraan Mini Jepang kepada Bloomberg, Senin (2/6/2014).

Penurunan tersebut menjadi 5,5% jika dihitung sejak April.

"Harapan rakyat untuk pendapatan di masa depan tidak seburuk pada tahun 1997. Sentimen ini akan berdampak pada perilaku konsumsi mereka," ujar Masahiko Hashimoto, ekonom pada Daiwa Institute of Research Ltd , saat diwawancarai Bloomberg melalui telepon.

Fumihiko Ike, ketua Asosiasi Produsen Mobil Jepang dari Honda Motor Co  mengatakan kepada wartawan bulan lalu, bahwa efek dari pajak konsumsi di Jepang masih jauh jika dibandingkan pada tahun 1997.

Ketika itu, kenaikan pajak konsumsi memacu penurunan penjualan mobil domestik selama 21 bulan berturut-turut.

Padahal, industri otomotif Jepang sedang didukung oleh pertumbuhan permintaan untuk segmen mini cars.

Penjualan segmen tersebut naik dari tahun sebelumnya selama 11 bulan berturut-turut.

Pengiriman mini cars naik 5,3% pada Mei, setelah naik 2,9% pada April. 

Sumber : Bloomberg

Tag : otomotif
Editor : Saeno
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top