Tesla Siapkan Produksi Mobil di China pada 2019

Tesla Inc. berencana untuk memulai produksi mobil China pada paruh kedua tahun 2019, seiring dengan upaya ekspansi produsen mobil listrik AS tersebut di pasar otomotif terbesar dunia.
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 Desember 2018 15:17 WIB
Tesla - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tesla Inc. berencana untuk memulai produksi mobil China pada paruh kedua tahun 2019, seiring dengan upaya ekspansi produsen mobil listrik AS tersebut di pasar otomotif terbesar dunia.

Dilansir Bloomberg, Walikota kota Shanghai, Ying Yong, mengunjungi lokasi proyek di zona pengembangan Lingang di Shanghai bagian Tenggara dan mendorong Tesla untuk mempercepat pembangunan, menurut pernyataan di akun media sosial WeChat resmi pemerintah kota, Kamis (6/12/2018).

Pabrik yang dijuluki Gigafactory 3 tersebut akan menjadi proyek manufaktur investasi asing terbesar yang pernah ada di Shanghai. Pihak Tesla belum memberikan komentar.

Produsen mobil listrik yang berbasis di Palo Alto, California tersebut telah memperoleh lebih dari 200 hektar lahan untuk pabrik di China, yang diperkirakan akan menelan investasi miliaran dolar. Pabrik luar negeri Tesla tersebut akan membantu perusahaan menghindari beberapa risiko yang terkait dengan kendaraan impor, seperti bea impor yang lebih tinggi yang disebabkan oleh ketegangan perdagangan antara China dan AS.

Meskipun China adalah pasar terbesar Tesla setelah AS, volume penjualan di negara itu terbatas karena perusahaan harus bergantung pada impor. Bea masuk 40% yang dikenakan China atas mobil yang diimpor dari AS telah berdampak pada penjualan, ungkap perusahaan dalam laporan keuangan kuartal ketiga pada bulan Oktober.

Bea masuk yang besar telah merugikan Tesla di sisi harga terhadap pesaing mobil listrik lokal seperti BYD Co., sementara pendatang baru di China termasuk NIO Inc. dan Xpeng Motors juga berlomba untuk memenangkan pelanggan sebelum Tesla memulai dorongan penuhnya di China.

Pada saat yang sama, pasar mobil China menuju ke penurunan pertama dalam setidaknya dua dekade terakhir karena tekanan pertumbuhan ekonomi, perang dagang dengan AS, serta merosotnya harga saham yang membebani minat konsumen untuk membeli kendaraan baru.

Tren kendaraan dengan energi baru dan terbarukan yang meliputi mobil tenaga baterai, mobil plug-in hybrid dan fuel cell terus meningkat. Di China, penjualan model-model ini mencapai 777.000 unit tahun lalu dan diperkirakan melampaui 1 juta unit pada 2018, menurut Asosiasi Produsen Mobil China.

Chief Executive Officer Tesla, Elon Musk mengatakan pada Oktober lalu bahwa Tesla berusaha untuk memulai produksi kendaraan Model 3 di China tahun depan. Perusahaan juga telah mulai membuka lowongan pekerjaan untuk fasilitas baru.

Diketahui, otoritas kota Shanghai sedang membantu Tesla mendapatkan pinjaman dari beberapa bank terbesar China untuk membiayai pabrik baru tersebut. Tesla diperkirakan membutuhkan pinjaman senilai US$1,3 miliar untuk fasilitas tersebut, ungkap analis RBC Capital Markets Joe Spak bulan lalu.

Tag : Tesla
Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top