Nissan Gagal Putuskan Pengganti Ghosn

Nissan Motor Co pada Selasa (4/11/2018) gagal untuk mencalonkan pengganti Carlos Ghosn sebagai ketua dewan, menyusul penangkapan dan pemecatan Ghosn karena dugaan kesalahan keuangan bulan lalu, sebuah sumber yang akrab dengan situasi itu.
Fatkhul Maskur | 05 Desember 2018 07:30 WIB
Carlos Ghosn, Ketua dan CEO Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Alliance, menghadiri acara Tomorrow In Motion pada malam pers di Paris Auto Show, di Paris, Prancis, 1 Oktober 2018. Gambar diambil 1 Oktober , 2018. - REUTERS

Bisnis.com, TOKYO - Nissan Motor Co pada Selasa (4/11/2018) gagal untuk mencalonkan pengganti Carlos Ghosn sebagai ketua dewan, menyusul penangkapan dan pemecatan Ghosn karena dugaan kesalahan keuangan bulan lalu, sebuah sumber yang akrab dengan situasi itu.

Ghosn bisa tetap dalam tahanan sampai akhir tahun karena jaksa Tokyo berencana untuk menahbiskan dia pada klaim baru terkait dengan mengecilkan pendapatannya, surat kabar Sankei melaporkan sebelumnya pada Selasa.

Sebuah panel beranggota tiga direktur Nissan eksternal memutuskan untuk merekomendasikan pengganti Ghosn yang dipenjara.

Produsen mobil menolak berkomentar.

Ghosn untuk menghadapi tuduhan termasuk kurangnya pelaporan pendapatan telah memicu upaya baru oleh Nissan untuk melemahkan kontrol Renault terhadap aliansi Perancis-Jepang mereka.

Dewan Renault akan bertemu pada hari ini Rabu (5/1/2018) untuk membahas krisis, dua sumber dengan pengetahuan tentang masalah tersebut kepada Reuters.

Ghosn, 64, adalah arsitek aliansi dan salah satu tokoh paling terkenal di industri mobil.

Nissan telah menugasi mantan perdagangan dan pejabat industri Masakazu Toyoda, pensiunan Renault SA eksekutif Jean-Baptiste Duzan dan pembalap mobil Keiko Ihara dengan pemilihan ketua baru, yang akan disampaikan ke seluruh dewan di pertemuan berikutnya pada 17 Desember. Perubahan pada dewan harus disetujui oleh pemegang saham.

Ghosn telah ditahan di Tokyo sejak penangkapannya pada 19 November karena dicurigai bersekongkol dengan mantan Direktur Perwakilan Nissan Greg Kelly untuk mengecilkan kompensasi sekitar setengah dari 10 miliar yen (US$88 juta), selama 5 tahun dari 2010. Pihak berwenang Tokyo Jumat memperpanjang penahanan mereka sampai maksimum 10 Desember untuk kejahatan yang dituduhkan.

Mengutip sumber tanpa nama, harian Sankei mengatakan jaksa berencana untuk menangkap Ghosn dan Kelly pada 10 Desember karena kejahatan yang sama yang meliputi periode 2015-2017, di mana para tersangka diduga menyamakan pendapatan Ghosn sekitar 4 miliar yen.

Jika pihak berwenang menyetujui penahanan maksimum untuk kasus itu, Ghosn dan Kelly akan tetap dalam tahanan sampai 30 Desember, kata surat kabar itu.

Kantor kejaksaan Tokyo menolak mengomentari laporan itu.

Ghosn tidak dapat menanggapi tuduhan itu, yang oleh penyiar NHK disebutkan bahwa dia membantah. Panggilan ke pengacara Ghosn, Motonari Otsuru, di kantornya tidak dijawab.

Di Jepang, tersangka kejahatan dapat ditahan selama 10 hari dan dapat diperpanjang selama 10 hari lagi jika seorang hakim memberikan permintaan perpanjangan jaksa. Pada akhir periode itu, jaksa harus mengajukan tuntutan resmi atau membiarkan tersangka pergi.

Namun, mereka juga dapat menangkap tersangka untuk kejahatan terpisah, dalam hal ini prosesnya dimulai dari awal lagi. Proses ini dapat diulang, kadang-kadang membuat tersangka ditahan selama berbulan-bulan tanpa biaya resmi dan tanpa jaminan.

Sumber : Reuters

Tag : Carlos Ghosn
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top