BMW: Penurunan Pajak Sedan Dorong Perakitan Lokal

BMW masih menunggu aturan jelas mengenai harmonisasi tarif sedan di Indonesia. Saat ini terlalu banyak isu yang beredar mengenai hal tersenut.
Muhammad Khadafi | 22 Februari 2018 21:50 WIB
Karyawan merakit kendaraan All-new BMW Seri 5 , di Jakarta , Rabu (2/9). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com,  JAKARTA – BMW memperkirakan penurunan pajak sedan akan menciptakan pasar baru bagi model kendaraan tersebut, dan akan berimbas pada kemungkinan produksi lokal seiring dengan meningkatnya volume penjualan di Indonesia.

Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia Jodie Otania mengatakan sedan menjadi tulang punggun penjualan perusahaan. Seri 3 dan Seri 5 sudah sejak lama menjadi senjata utama perusahaan.

“Apabila ada peraturan [harmonisasi tarif], pasti akan membantu bisnis BMW,” katanya di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Saat ini BMW melakukan perakitan lokal hampir semua model yang dipasarkan di Indonesia, yakni seri 3, seri 5, seri 7, X1, X3, dan X5. Namun, hampir seluruh bagian masih mengandalkan impor. PT Gaya Motor, selaku mitra perakitan bertugas menyatukan seluruh komponen yang didatangkan secara terurai atau completely knock down (CKD).

Presiden Direktur BMW Group Indonesia Karen Lim mengatakan untuk meningkatkan kandungan lokal tergantung dengan besaran pasar yang diciptakan dari regulasi baru. “Investasi itu akan tergantung dengan potensi keuntungan buat kami,” katanya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kontribusi sedan terhadap penjualan otomotif dalam negeri sepanjang tahun lalu kurang dari 1%. Kondisi ini diperparah dengan beberapa APM yang sudah memutuskan tidak lagi bermain karena ceruk pasar semakin kecil.

Tag : Pajak Sedan, BMW i8
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top