Bisnis Otomotif Astra Grup Cetak Laba Bersih Rp2,3 Triliun

Laba bersih lini bisnis otomotif grup PT Astra International (ASII) Tbk mengalami pertumbuhan meyakinkan sebesar 45% menjadi Rp2,3 triliun.
Yusran Yunus | 20 April 2017 17:47 WIB
Astra International -

Bisnis.com, JAKARTA - Laba bersih lini bisnis otomotif grup PT Astra International (ASII) Tbk. tumbuh meyakinkan 45% menjadi Rp2,3 triliun.

Lonjakan laba bersih itu terutama ditopang oleh momentum kesuksesan dari penjualan model-model baru otomotif yang diluncurkan pada tahun lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.

Presiden Direktur ASII, Prijono Sugiarto, mengatakan penjualan nasional mobil Astra meningkat 27% menjadi 161.000 unit, mendorong peningkatan pasar dari 48% menjadi 57%. Secara nasional, penjualan mobil naik 6% menjadi 283.000 unit.

"Selama periode ini, grup telah meluncurkan satu model baru dan dua model revamped," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.com pada Kamis (20/4/2017).

Di sektor kendaraan roda dua, PT.Astra Honda Motor (AHM) membukukan kenaikan pangsa pasar dari 72% menjadi 77%, yang ditopang oleh peluncuran empat model baru dan enam model revamped selama periode Januari-Maret 2017.

Lonjakan laba bersih itu terutama ditopang oleh momentum kesuksesan dari penjualan model-model baru otomotif

Astra Otoparts, bisnis komponen grup, mencatat peningkatan laba bersih sebesar 83% menjadiRp148 miliar, didorong oleh peningkatan pendapatan dari bisnis pasar pabrikan otomotif (original equipment manufacturer/OEM).

Penjualan merek mobil di bawah kendali ASII meliputi Toyota, Daihatsu, Isuzu  dan Peugeot, pada triwulan pertama tahun, Januari-Maret 2017, membukukan performa menggembirakan.

Berdasarkan data ASII yang mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan total penjualan merek mobil di bawah Astra grup tersebut mencapai 160.943 unit atau dengan penguasaan pasar (market share) sebesar 57%. Di periode itu, total penjualan mobil secara nasional mencapai 282.596 unit.

Toyota Penjualan Terbanyak

Toyota menyumbang penjualan terbanyak yakni 107.611 unit, disusul oleh Daihatsu 49.730 unit, Isuzu 3.594 unit dan Peugeot 8 unit.

Prestasi penjualan yang spektakuler ditunjukkan oleh segmen mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) yakni sebanyak 51.839 unit atau menguasai pasar (market share) sebesar 81%. Di periode itu, total penjualan LCGC secara nasional sebanyak 64.220 unit.

Di sepanjang tahun lalu, market share produk mobil Astra grup mencapai 55,6% dari total penjualan nasional sebanyak 1,06 juta unit.

Di sektor otomotif, Astra memiliki beberapa perusahaan otomotif yakni PT Toyota Astra Motor (mobil Toyota dan Lexus), PT Astra Daihatsu Motor (mobil Daihatsu), PT Isuzu Astra Motor Indonesia (mobil Isuzu), PT Tjahja sakti Motor (BMW dan Peugeot), PT.Astra Nissan Diesel Indonesia (truk Nissan diesel), UD Trucks, PT.Astra Honda Motor (sepeda motor Honda).

Kemudian, PT.Toyota Auto2000 (dealer mobil Toyota), PT.Astra Otoparts Tbk (industri pembuat komponen/sukucadang), PT.Tunas Mobilindo Perkasa (Daihatsu), PT.Serasi Autoraya (TRAC), PT Serasi Mitra Mobil (Mobil88).

Sektor otomotif merupakan lini bisnis yang menjadi penopang utama kinerja Astra secara keseluruhan. Pada tahun buku 2016, lini bisnis otomotif perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp9,2 triliun, sebagian besar ditopang oleh kesuksesan peluncuran model baru. Lini otomotif menjadi penyumbang terbesar terhadap laba bersih perseroan dengan kontribusi laba Rp9,2 triliun atau 60,5%.

Tag : astra, pt astra international tbk
Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top